sebuah ‘ketidaktahuan’

Menunggu yang terlalu lama

nunggu antrian

nunggu antrian

cerita hari kemarin, aku menemani ibuku untuk mengurus kartu keluarga.
Setelah ku perhatikan setiap orang baru yang datang ke tempat ini pasti berhenti sejenak dan kelihatan bingung, tentu saja demikian, ketika kita ingin mengurus ‘sesuatu’ kita tidak tahu harus ke meja yang mana, semua serba absurd. Yang ditempelkan di dinding hanyalah keterangan mengenai berkas yang harus kita lengkapi tanpa prosedur ataupun flowchart tentang bagian mana saja yang harus di datangi jika ingin mengurus berkas.

Aku rasa ketidakjelasan prosedur ini menyebabkan beberapa celah yang di manfaatkan oleh oknum tertentu untuk mengurai prosedur yang tidak jelas ini menjadi lebih cepat (dengan imbalan tentunya), tentu saja mereka yang melalui jalur ini tidak harus menunggu dokumen yang selesai dengan antrian hingga 3 bulan (itupun tidak jelas kapan selesainya).

Pembagian Beras Raskin

jadwal pengambilan kupon

jadwal pengambilan kupon beras raskin

antrian

antrian pengambilan beras raskin

Ketika ingin mengurus kartu keluarga ini ada dokumen yang harus di tanda tangani di bagian kantor kecamatan. Ketika sampai di kantornya kebetulan sedang ada pembagian beras raskin. Mungkin agak lebih tenang dibandingkan pembagian beras raskin yang biasa ku lihat di berita-berita tv, ataupun model orang-orang yang berebutan antri ini sebagian terlihat sedang tidak berkekurangan, entahlah aku tidak tahu…