Sistem “Bulletin Board” SKPD

Setelah hampir memasuki 3 bulan lebih masa sebagai pegawai “percobaan” cukup banyak yang di lihat, meskipun saya merasa itu hanya permukaannya saja.

Ini sedikit ide-ide yang secara tidak sengaja melintas di otak di tengah masa-masa “nganggur” sebagai pegawai.

Ide SISTEM “BULLETIN BOARD” SKPD muncul ketika melihat kurang efesiensi nya koordinasi antara SKPD baik itu berupa agenda pemerintahan, agenda antar SKPD, dan agenda-agenda lainnya. Hal ini disebabkan kurangnya penyebaran informasi pegawai SKPD, sehingga banyak hal yang seharusnya sangat urgent menjadi terkendala karena kurangnya informasi terkait, yang tentunya berdampaknya lambatnya roda pemerintahan.

SISTEM “BULLETIN BOARD” SKPD ini adalah sistem elektronik untuk papan pengumuman SKPD yang bertujuan untuk mempercepat penyebaran informasi, meningkatkan efesiensi, mendukung keterbukaan informasi, dan lain-lain. Berikut gambar desain sistem secara sederhana.

bbs

Dan sekali lagi ini cuma ide kasar, sistem informasi bulletin board seperti apa yang ingin di tanamkan itu cenderung berdasarkan kebutuhan dari pihak user. Sedangkan pembangunan jaringan internal untuk suatu pemerintah daerah kegunaannya sangat-sangat banyak kan ūüôā .

Inti dari penerapan teknologi informasi adalah kecepatan, efesiensi, dan penghematan. Belajar dari kondisi dan budaya yang ada, saya melihat banyak kendala dalam penerapan suatu teknologi informasi. Yang perlu diubah adalah cara berpikir dalam penggunaan teknologi informasi tersebut.

Iklan

HUT Gumas ke 13

Essays - HUT Gumas ke 13
Dalam rangka HUT Kabupaten Gunung Mas ke 13, saya menyempatkan diri untuk hunting foto ditengah rutinitas pekerjaan. Yang patut saya sayangkan adalah banyaknya event menarik yang saya lewatkan karena ketidaktahuaan akan jadwal acara yang berlangsung. Sudah saya coba mencari jadwal yang mungkin di share oleh panitia, tapi tidak saya temukan. Yang saya rasa HUT Kabupaten ini kurangnya promosi hingga banyak masyarakat banyak tidak mengetahui event yang menarik sehingga kesannya berbagai macam event tidak ada penontonnya dan tidak menyentuh masyarakat, kecuali untuk acara malam hari di pameran dan penutupan acara. Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi. #ulyssesjonh

cerita awal pekerjaan baru

apa yang di dapat dari pengalaman di minggu pertama sebagai seorang pegawai kantor?

pertama adalah buta, saya mesti meraba-raba sistem kantor yang sama sekali tidak saya ketahui, yang pasti di awal kerjaan lebih banyak berkutat pada microsoftkocok office. Jadi untuk mengatasi ketidaktahuan, yang saya lakukan adalah meng-copy semua file-file yang saya anggap penting, itu pun susunan file-nya tidak beraturan sama sekali. Entah bagaimana mereka mencari file yang tiba-tiba diperlukan?

kedua adalah ketidakefesiensian, terlalu banyak waktu yang terbuang untuk hal-hal yang tidak terlalu penting. Dengan sistem yang terstruktur, terlalu banyak pintu yang mesti di lewati.

ketiga adalah ketidakjelasan tupoksi (tugas pokok dan instruksi), sangat berbeda ketika saya masih berada di swasta. Ketika kita sudah menduduki suatu posisi, kita langsung tahu apa yang akan dan mesti kita lakukan, sedangkan pada sistem yang sekarang kita dibingungkan dengan ketidakjelasan, dan lebih anehnya instruksi nya pun tidak ada. Bahkan untuk saya yang sudah beberapa tahun bekerja, tetap saja bingung. Jadi saya kerjakan yang saya bisa kerjakan.

dari keseluruhannya saya belum mendapatkan ‘feel’ dengan posisi sekarang.

Mungkin sudah saatnya saya kembali ngoprek!

Penganten Maja

Pengantin Maja #1

Pengantin Maja #2

 

Penganten Maja adalah kebiasaan adat suku dayak ngaju yang dilakukan oleh pengantin baru untuk
mengunjungi keluarga dari kedua belah pihak pengantin. Umumnya keluarga yang di kunjungi oleh
pengantin baru ini harus menyiapkan beberapa syarat untuk menjamu pengantin tersebut.
Berikut daftar barang yang disediakan oleh pihak keluarga pengantin:

  • Tampung Tawar (Daun Pandan, dengan air yang dicampur dengan minyak wangi) : Digunakan untuk
    me-‘tampung tawar’ pengantin dengan tujuan untuk ‘mendinginkan’, memberkati pengantin, dan
    menjauhkan dari hal-hal yang buruk. Dalam acara ‘tampung tawar’ ini juga di panjatkan doa yang umumnya untuk kebaikan kedua pasangan pengantin.
  • Parang/Mandau : Digunakan untuk memperkuat ‘hambaruan’ pengantin dengan cara mengigit sedikit
    bagian tumpul parang atau mandau tersebut.
  • Telur : Digunakan saat me-tampung tawar untuk simbol memberkati pengantin.
  • Beras, Piring, Gulungan uang : Barang yang nantinya akan diberikan kepada pasangan pengantin¬†sebagai simbol bantuan dari keluarga pengantin untuk modal awal hidup berumah tangga baru¬†pasangan pengantin. Biasanya barang juga di tambah seperti barang-barang kebutuhan sehari-hari¬†seperti gelas, mangkok, gula, kain, sabun mandi, dan lain-lain, semua tergantung kerelaan dari¬†pihak keluarga.