insiden hacking..

real-hacker

Gambar disadur dari sini.

Beberapa waktu lalu saya menerima laporan bahwa beberapa situs project yang pernah di ‘kerjakan’ mengalami serangan, berupa deface dan satu web yang katanya database nya di hapus (nggak tahu benaran dihapus atau nggak, cuma menerima laporan) . Setelah saya teliti ternyata sang ‘hacker’ (agak malas sebenarnya menggunakan kata hacker disini jadi dipanggil si A aja 😛 ), berhasil masuk melalui celah keamanan plugin pada cms web, yeah pada dasarnya web project tersebut di bangun dengan menggunakan wordpress.

Dan karena sekali lagi project ini sifat nya lepas tangan, jadi setelah web selesai dan lauching tidak ada lagi ikut ambil bagian dalam maintenance-nya, dan seperti website-website pemerintahan daerah tempat saya pada umumnya yang jarang di lakukan update dan lain-lain yang berkaitan dengan ‘hardening’ , sehingga ketika di temukan vulnerability baru yang di rilis ke umum maka ramailah website-website yang tidak ter-update berjatuhan termasuk web yang jadi project ini :)) .

Kembali ke si A tadi, setelah saya coba telusuri, dan ternyata yang bersangkutan hanya sukses masuk pada aplikasi websitenya saja, sedangkan cpanel belum bisa diambil alih (mungkin) walau ada beberapa file dihosting sepertinya agak berbau ‘backdoor’ . Berhubung dalam cpanel masih menyimpan beberapa log pengaksesan dan dari situ saya bisa mengetahui siapa yang iseng ini, dan begonya dalam log tersebut link akses ke alamat facebook si A tercatat 😀 .  Dari link tersebut saya coba buka FB si A dan kebetulan FB-nya tidak di setting ke private 😛 , jadi ya bisa saya lihat foto-fotonya (terutama yang jadi foto profilenya agak gimana gitu 😀 ) dan data diri si A dengan mudahnya, serta asalnya yang berasal dari kawasan jawa timur. Dari timelines FB si A saya lihat di me-share kan puluhan website yang telah berhasil dia kerjain dengan bangganya (tentu saja bangga ;)) ).

Ya, kalau mau di ambil kasarannya sebenarnya bisa saja si A ini di tuntut dengan  UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), terlebih website projek yang diserangnya adalah milik pemerintah yang melayani kepentingan umum, dan barang buktipun ada dari log ataupun dari apa yang dia pamerkan di facebook-nya, itupun jikalau mau diusut 😀 .

Lanjut…

Lupakan dulu soal UU ITE, disini saya hanya memberi contoh bagimana perlunya melakukan maintenance suatu perangkat lunak, seperti hal nya website yang pada dasarnya bisa diakses oleh orang banyak, apalagi menggunakan CMS yang ‘free’ , dimana code-nya bisa dibaca semua orang, jadi sangat mungkin celah keamanan selalu ditemukan.  Terlebih jika yang menggunakan perangkat lunak tersebut adalah suatu lembaga atau organisasi, ya tentu saja jika terjadi insiden diatas nama organisasi/lembaga akan tercoreng (ingat kasus deface polri.go.id).

Kembali kepada si A, sebenarnya apakah bisa disebut sebagai seorang ‘hacker’ jika hanya copy script kemudian mencari dengan google (meta crawler) sasaran yang bisa di ‘tembak’ karena website-nya tidak di update, kemudian dipamerkan kesana kemari, sedangkan menulis beberapa baris code untuk membuat sistem saja tidak bisa (mungkin)??

Entahlah, no comment :))

Iklan

Kepala Sekolah Baru

Kukuruyuk….kukuruyuk…kukuruyuk…ayam berkokok dengan semangat sekali menandakan pagi datang.

Okli…ayo kita mandi!!! Seru memo dari rumah sebelah.

Rumah okli dan memo bersebelahan dan hanya berjarak 1,5 meter.

“ ayo” jawab okli.

Ditengah jalan mereka berdua bertemu dengan ado, tewong, dan usuf yang juga pergi mandi di sungai Kahayan. Mereka semua bergegas pergi kesungai, sesampai disana mereka langsung mandi.

“Brrreee….dinginnya”. kata tewong sambil menggigil.

Mereka mandinya gak lama, bahkan tewong dan ado tidak pake sabun karena kedinginan. Mereka semua berjalan pulang menuju kerumah masing–masing untuk bersiap pergi kesekolah.

“ kli, mamah udah masak oseng rebung kesukaan kamu sama teh hangat diatas meja tuk sarapan” seru ibu.

“Iya mah tar okli makan setelah pasang baju seragam dulu”.

Setelah memasang baju seragamnya, okli langsung sarapan dan selalu tidak lupa berdoa sebelum makan. Selesai makan okli langsung mengambil tas bersiap–siap untuk pergi kesekolah. Ia pamit dengan kedua orang tuanya, kecuali kakaknya jarang sekali ia pamit karena kakaknya selalu bangun kesiangan. Dengan tidak pake sepatu okli berjalan dengan semangat lalu memanggil teman–temannya untuk pergi kesekolah bareng.

“memo…, ado…, niot…aku udah nunggu kalian semua di jalan ni” kata okli memanggil teman–temannya.

Satu persatu temannya keluar, ada yang tidak pake dasi, ada yang tidak pake topi, ada yang tidak bersepatu seperti okli, dan ada pula tasnya yang di buat dari kantong plastik. Walaupun tidak seperti kebanyakan orang kota yang memakai semuanya serba lengkap, mereka tetap senang dan selalu bersemangat sekolah. Mereka berjalan menuju sekolah sambil bercandaan di jalan. Lalu,

Teng….teng…teng…

Bel berbunyi yang bertanda murid kumpul untuk melakukan baris berbaris dan berolah raga. Mereka langsung lari menuju kelas, untuk meletakkan tas lalu menuju barisan sesuai dengan kelasnya masing-masing. Didepan barisan sudah ada komandan yang memimpin barisan supaya barisan cepat rapi. Barisanpun sudah rapi, waktunya guru piket berbicara untuk menentukan kelas berapa yang akan menjadi instruktur senam.

“Hari ini anak–anak kelas enam yang akan menjadi instruktur senam, buat anak–anak kelas enam saya persilahkan maju 6 orang kedepan”. Seru guru piket.

“ cindi, okli, niot, krisna, aja, dan yono…kalian berenam aja ya yang mewakili kelas kita!!! Kata jefri selaku ketua kelas mereka.

Mereka semuapun maju kedepan, dan mulai menggerakkan badan mereka diiringi lagu senam. Walaupun kondisi lapangan tidak mendukung karena sangat becek itu tidak membuat semangat siswa siswi disitu hilang. Akhirnya senam pagipun selesai, anak–anak instruktur senam kembali ke kelas masing–masing. Komandan barisan kembali mengatur barisan.

Sii….aaapppp…..Grak……..!!!!

Istirahat…. Di… tempa…. Grak…..!!! Teriak komandan barisan dengan tegas.

“anak–anak…hari ini kita kedatangan ibu kepala sekolah yang baru dari kota, waktu dan tempat saya persilahkan ibu kepala sekolah untuk memperkanalkan diri”. Seru guru piket.

“Selamat pagi anak–anak….” Sapa ibu kepala sekolah dengan ramah.

“selamat pagi buk….” Jawab anak murid dengan serentak.

“ya… pagi ini ibu sangat senang sekali bisa berada disini bersama anak–anak”. Perkenalkan nama saya ibu Murnie, saya akan menjadi kepala sekolah kalian yang baru disini. Dan saya sangat berharap sekali bisa meningkatkan kualitas SD di desa in. Demikian perkenalan dari saya, saya ucapkan terimakasih.

Tap…tap…tap…!! Suara sorakan anak–anak menyambut kedatangan kepala sekolah baru.

Komandan barisanpun membubarkan barisan, anak–anak berlari kekelasnya masing–masing. Di kelas anak–anak pada ngumpul ngomongin kepala sekolah baru.

“Okli, kalau gak salah kepala sekolah yang baru itu tante mu kan???”. Tanya memo.

“Iya kli, kayanya aku sering liat dia berkunjung kerumah kalian…” sela ado.

“ iya, itu tante ku adik ipar nya mamah ku…tapi…aku gak tahu kalau tante jadi kepala sekolah disini”. Jawab okli dengan bingung…

Guru…guru…datang…!!! Teriak anak–anak yang lain.

Semua anak–anak kelas enam langsung duduk ke kursi masing–masing, dan ibu gurupun memulai pelajaran matematika. Mata pelajaran berlangsung dengan baik, dengan respon yang sangat positif dari anak–anak. Keadaan bangunan sekolah yang hampir dikatakan tidak layak dihuni tidak membuat patah semangat anak–anak. Tak terasa bel pulang telah berbunyi. Okli menyiapkan buku–buku untuk dimasuk kedalam tas. Okli dan teman–temannya melangkahkan kaki, muka yang selalu ceria membuat panasnya terik matahari terkalahkan dan panasnya kaki yang menginjak jalan yang berbatu karena tidak memakai sepatu tak terasakan. Satu persatu mereka sampai dirumah masing–masing.

Oklipun langsung mencuci kakinya yang kotor di krayan ( dapur orang dayak), ia sangat tidak sabar sekali ingin memberitahukan ke keluarganya bahwa tantenya menjadi kepala sekolah baru di sekolahnya. Ia langsung berjalan menuju dapur, karena keluarganya menunggu dia untuk makan. Seperti biasa, sebelum makan keluarga okli selalu berdoa mensyukuri rahmat Tuhan.

“mah, tante murni itu sekarang jadi kepala sekolah okli yang baru lo” kata okli.

“iya…mamah dan yang lainnya udah tahu kok, cuman kami gak bilang–bilang okli aja biar jadi kejutan gitu…”. Jawab ibu okli dengan ramah.

“ oh…gitu ya mah, trus tante tinggal di tempat siapa disini??? Tanya okli penasaran.

“ Ya iyalah dirumah ini okli, kan ini tempat kakek mu” sela papahnya okli.

“wah, kalau gitu okli harus lebih giat nih belajar…kalau okli malaskan entar diliat tante…malu donk okli”. Seru okli dengan muka yang penuh semangat. Semuanya pada tersenyum melihat semangatnya okli, yang begitu ingin menunjukkan kepada tantenya bahwa iya juga bisa seperti orang kota. Tak lama dari itu, tante okli datang dengan membawa 1 tas barang. Lalu,

“ sudah pada makan semuanya?” Tanya murni

“ sudah….” Jawab kakek. “ oh, ku pikir masih makan. Masalahnya saya ada bawa makanan tadi dari kota”. Kata murni.

Okli sangat pingin tahu sekali apa alasan tantenya mau di tugasi ke desa, yang kehidupannya serba sulit tidak seperti di kota. Maka dengan nada yang sangat penasaran iya menanyai tantenya.

“ tante, bolehkah okli menanyai sesuatu???”

“ Boleh, kenapa tidak…okli mau nanya apa???” jawab murni dengan bijaksana. Segera okli mengajukan pertanyaannya. “ Tante kok mau sih di tugasi di desa, kan disini kehidupan serba sulit. Tidak seperti di kota, mau makan apa saja semuanya ada, mau mandi tinggal hidupi air. Nah…sedangkan disini, kebalikan dari yang di kota.”

Murni lalu tersenyum dan mulai menjawab pertanyaan okli. “ Tante tuh di tugasi disini untuk membangun kualitas SD di desa ini, kualitas SD di desa ini sangat buruk sekali bahkan menduduki posisi paling bawah. Karena itu, tante di tugasi dari dinas pendidikan supaya lulusan tahun ini bisa lulus dengan mengikuti standar SD yang lain dan bahkan kalau bisa yang menempati posisi atas”.

“oh…gitu ya tante, pantasan tante mau bela–bela in datang kesini”. Kata okli sambil menganggukkan kepalanya.

by vivi

Berlaukkan Ikan Asin dan Bening Rebung

 

Okli begitu ia dipanggil, ia seorang anak yang sangat penurut kepada kedua orang tuanya mempunyai banyak teman karena kepandaianya bergaul. Ia terlahir dari keluarga yang sederhana di sebuah desa di Kabupaten Gunung Mas Kalimantan tengah, atau bisa dibilang dia adalah anak suku dayak. Cita – cita terbesarnya adalah sekolah setinggi – tingginya, maklumlah dia punya kakak gak lulus SMP disebabkan karena tergiur akan pendapatannya menambang emas.

“Mah… kayunya habis ya?” Begitu Tanya okli ke mamahnya.

“Ya kelihatanya habis ni, kamu bisa ambili untuk mamah nak?”

Beres mah jawab okli dengan semangat.

Maklumlah, tempat okli masih desa jadi untuk urusan masak memasak masih menggunakan tungku. Setelah okli membantu ibunya mengangkat kayu bakar, ia pun mengambil air dari sungai yang jaraknya 200 meter dari rumah.

Okli…Okli !!! kata teman – temannya memanggil.

“Yupss aku datang… “ Jawab okli

Mereka lalu pergi bersama sama untuk mengambil air dari sungai dengan membawa ember masing–masing. Ditengah jalan mereka sambil bercanda-bercanda sehingga tak terasa merekapun sudah sampai kesungai. Disana banyak sekali orang–orang melakukan aktivitas masing–masing, ada yang mandi, mencuci baju, dan mencari ikan. Tapi kalau untuk pengambilan air bersih ada di bagian hulu sungai. Mereka berjalan kearah hulu sungai untuk mengambil air bersih dan mengambilnya dengan pelan–pelan, karena takut kalau ngambilnya sembarangan bisa mengakibatkan air keruh.

Oii…teman–teman ember ku sudah penuh !!! seru ado.

“ Ya kalau udah penuh ayo kita pulang” jawab memo.

Tunggu ouiii…iiiihhh kalian semua mentang–mentang pada pake ember. Kata tewong dengan nada bercanda.

Tewong telat karena yang dia pake galon 5 liter jadinya air sidikit yang masuk. Setelah punya tewong penuh mereka langsung berjalan membawa ember dan galonnya yang penuh. Terlihat sekali diwajah mereka kecerian mewarnai pekerjaan mereka tanpa keluhan sama sekali.

Dah…semuanya… !! kata okli, karena ia sudah sampai dirumahnya.

Okli langsung memasukkan air bawaannya di gentong, lalu…

“okli…itu diatas meja makan mamah sudah siapkan teh hangat buat kamu, cepat diminum ya biar gak keburu dingin”.

“Ya mah…”.  jawab okli. Ia pun langsung meminum teh hangat tersebut.

Setelah minum teh, okli berjalan kebelakang rumah dan melihat kakek sedang mengambil daun  pisang.

“Itu untuk apa kek? Tanya okli kepada kakek.

“ Ini buat bikin daun rokok kakek, karena daun rokok kakek sudah habis”. Jawab kakek kepada okli.

Oooo…gitu ya kek, okli bisa bantu kakek gak?? Tanya okli sekali lagi.

“Ayo kalau mau bantu kakek” . Jawab kakek kepada okli.

Setelah mengambil daun pisang, okli dan kakek membawa daun pisang keteras rumah untuk di bikin daun rokok kakek. Keasikan membuat daun rokok gak  terasa hari sudah sore.

“ Berhasil…!!! Kata okli dengan senang, karena dari tadi okli bikin selalu aja rusak daun rokoknya. Jadi ketika berhasil dia sangat senang sekali. Pekerjaan membuat daun rokok kakek akhirnya selesai.

“Kek…okli mandi dulu ya, karena sudah sore”. Kata okli kepada kakek.

“Shippp mandi sana tar kesorean mandinya, makasih ya udah bantu kakek”. Jawab kakek kepada okli dengan senyumnya.

Oklipun segera mengambil handuk dan perlengkapan mandinya, lalu ia keluar dari rumah untuk pergi kesungai kahayan (nama sungai jalur transportasi air di Kalimantan tengah).

“ memo…, ado…ayo kita mandi!!! Teriak okli memanggil temannya.

Rumah mereka saling berdekatan, jadi cukup dengan teriak aja teman–temannya langsung datang. Mereka bertiga langsung mandi menuju sungai kahayan yang letaknya tidak jauh dari rumah. Orang dayak memang banyak membuat rumahnya di pinggir sungai Kahayan, yang bertujuan tidak jauh–jauh untuk melakukan aktivitas yang berhubungan dengan air dan juga hampir tidak ditemui pompa air dirumah penduduk. Sesampai di sugai mereka langsung meyeburkan diri ke sungai dan berkejar–kejaran di air berenang kesana kemari. Lalu terdengar teriakan dari rumah.

Ado…ayo pulang, sudah sore tar kamu kedinginan kalau mandi lama!!! Kata mamahnya ado dari rumah. Rumah ado terletak di pinggir sungai Kahayan, sehingga tidak perlu turun kesungai untuk memanggil ado. Mereka lalu bergegas pulang membawa barang–barang mereka.

Haripun sudah malam, okli dan keluarganya akan bersiap–siap makan malam. Sebelum makan mereka berdoa untuk makanan yang telah tersedia. Dengan hanya berlaukkan ikan asin dan bening rebung, mereka melahap nasi dengan sangat mensyukuri sekali akan makanan malam itu. Tiba–tiba keluar bunyi sesuatu dari mulut hadri kakaknya okli dengan santainya ia mengatakan.

“Kgraaakk….uummm…kenyang….” .

Semua pada ketawa melihat tingkahnya hadri. Selesai makan okli dan mamahnya membersihkan tempat makan, lalu mencuci piring.

“Okli…kamu belajar sekarang ya  nak, tar mamah yang membereskan sisanya”

“ya mah, okli mau belajar sekarang”.

Okli mengambil semua perlengkapan belajarnya, ia belajar apa yang akan dipelajari besok disekolah. Okli adalah murid yang berprestasi di sekolahnya, dari kelas 1 SD sampai dengan kelas 6 SD sekarang aja dia masih memegang peringkat 1. Apalagi mau kelulusan sekolah, dia tambah rajin belajar karena akan melanjut sekolah di kota, jika uang orang tuanya cukup untuk melanjutkan sekolahnya okli. Setelah belajar okli menyiapkan buku–buku yang akan dipakai buat besok setelah itu ia langsung tidur, dan selalu tidak lupa berdoa sebelum tidur.

 

by vivi