tahun ke 25

Tak terasa umur bertambah lagi, tak terasa juga satu tahun yang lalu aku mengakhiri masa seorang mahasiswa dengan dinyatakan lulus ujian TA. Ada perasaan yang mendera, seakan-akan aku ingin kembali ke masa-masa kuliah ku, dan jika mungkin memperbaiki banyak cerita agar berakhir menjadi lebih indah. Tapi waktu memang tidak bisa mundur, jika bisa pun hanya membuat sebuah paradoks atau seperti membuka kotak pandora.

Ada kebiasaan yang ku bawa semenjak aku kuliah saat ulang tahun ku, aku biasanya membeli buku untuk hadiah bagi diri sendiri, tapi aku sadari di kota ini akan susah untuk mendapatkan buku ‘bagus’.

Masa satu semester menjadi ‘tenaga pengajar’ hampir berakhir, sebuah waktu yang tidak terasa, sedikit banyak membuka mata tentang keadaan di daerah ku, tentang sistem, perilaku, kebiasaan orang-orangnya. Teringat kata-kata tadi malam saat aku menonton kick andy!, “sebenarnya yang kurang adalah kesempatan”, kira-kira begitu. Orang-orang yang ingin merubah suatu sistem selalu berjuang untuk memperoleh kesempatan ‘itu’, tapi kadang mereka malah terhanyut dalam sistem dan melupakan apa yang sebenarnya ingin mereka ubah. Pilihannya hanya antara tetap memegang sikap idealisme atau ikut terbawa arus.

Sebenarnya banyak kejadian yang ingin ku tuliskan selama satu tahun lalu hingga hari ini, saat umur ku 25 tahun, yang kata orang-orang adalah hari spesial. Tapi entahlah, seakan-akan otak ini tidak bisa di ajak kompromi. Daripada merasa sentimentil pagi ini, mungkin sebaiknya aku berdoa, mengucapkan syukur atas apa yang aku lewati selama 25 tahun ini, berterima kasih atas semua kebaikan dan pencerahan yang aku terima.

Happy Birthday… Happy Birthday to me!