ibu kota

Ibu kota yang “crowded” tidak akan pernah menjadi tempat cocok untuk orang seperti saya yang lebih menyukai tempat yang damai dan tenang seperti rumah…

Menghitung hari-hari yang telah lewat, seakan tidak sabar untuk bekerja dengan posisi baru, bukannya saya tidak menyenangi posisi sekarang, tetapi saya menyakini karena pekerjaan yang saya jalani sekarang akan menemani saya nanti hingga tua, mengapa tidak sekalian saja kita bersikukuh mencari dan menempatkan diri dengan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan ‘passion’ kita.

 

Jakarta, 19/09/2017

Iklan

Selamat Jalan Mamah

Selamat jalan mamah, ku kira umur mu masih panjang tapi sepertinya kau yang selalu benar.

Maafkan anak mu ini, banyak salah dgn mamah.

Hari ini hujan dgn di iringin petir, seperti keinginan mu beberapa hari terakhir ini, demikian saat-saat terakhir mu.

Mamah, tidak ada yang menyangka hidup seperti ini, apalah daya kita manusia.

Mulai bulan agustus 2015, kamu melawan penyakit mu. Manusia hanya bisa berusaha.

Maafkan anak mu yang banyak memaksa mamah untuk melawan penyakit nya, tapi siapakah aku yang tidak merasa apa yang mamah rasa, semua itu agar mamah sehat lagi.

Di sore Jumat Agung ini, mamah, kamu pergi menghadap Bapa di Sorga.

Mamah kamu sudah damai disana, tidak perlu lagi cemas kantong kolostomi mu merembes, tidak cemas lagi mati lampu, tidak cemas lagi hawa panas, tidak cemas lagi akan hidup di dunia yang fana ini.

Sudah 2 minggu lebih ini mamah,aku punya perasaan tidak enak. Seakan-akan hanya menunggu waktu mu tiba, tiap malam beberapa jam sekali aku menengok ke kamar mu, memperhatikan gerakan di dada mu, apakah masih bernafas atau tidak.

Hati ini semakin hancur, melihat kondisi mu yang semakin menurun, semakin kurus.

Ingat hanya beberapa bulan sebelum kamu jatuh sakit mamah, kamu begitu antusias mencari batu akik, kegemaran yang sama dengan almarhum bue. Sama sekali tidak terlintas kamu memiliki penyakit yang berat.

Tenang Mamah, jangan kuatir lagi.

Hidup mu sudah komplit, sukses menyekolahkan kedua anaknya hingga S2, sudah menjadi seorang tambi, masih sempat tertawa melihat cucu mu yang lucu.

Hidup mu tidak lah gagal, walau keluarga kita seperti ini, jangan lah sedih disana, mamah pasti ketemu papah di sorga.

Jangan cemas dengan kami yang kau tinggal kan. Ku janji akan tetap menjaga kakak ku, agar jangan lagi dia salah langkah.

Jangan juga kau cemas kan aku. Aku sudah bekerja pasti seperti yang kau ingin kan selama ini. Aku menjadi seorang kepala keluarga, seorang ayah. Dan mamah, kita sudah memiliki penerus dari keluarga kita, cucu mu.

Mamah tenang di rumah Bapa di sorga, jangan kuatir lagi.

Kuala Kurun, 25 Maret 2016

Untuk Istri ku

Tak terhingga rasa syukur ku terhadap Tuhan memperoleh istri seperti kamu. Masa memasuki 1 tahun 2 bulan pernikahan kita banyak kebahagiaan dan masalah yang kita hadapi.

Dan hampir 6 bulan di tahun ini kita menjalanin kondisi berat seperti ini.

Ketika orang tua ku sakit; dan tuntutan aku sebagai seorang anak, dimana aku sebagai seorang suami sudah terlalu sering meninggal kan kamu sendirian melakukan segala hal, pekerjaan rumah tangga, merawat anak, sedangkan kamu masih harus melakukan tanggung jawab mu sebagai pendamping desa yang aku tahu pekerjaan itu tidak lah mudah.

Teringat ketika kamu hamil tua, aku terpaksa meninggal kamu untuk merawat mamah yang masuk rumah sakit. Bahkan ketika hasil diagnosa dokter yg bagai mimpi buruk, hanya suara mu melalui handphone yang bisa menenangkan hati ini. Bahkan keluarga mu lah yang seakan benar-benar tulus menolong mamah hingga rela meninggalkan pekerjaannya untuk ikut menjaga mamah di rumah sakit sampai mamah di rujuk ke banjarmasin, sedangkan saudara-saudara mamah sendiri seakan-akan tidak peduli.

Teringat juga ketika kamu menahan sakit ketika menunggu masa-masa konstraksi pembukaan, hampir satu minggu kamu menahan rasa sakitnya.
Juga saat detik-detik kamu berusaha melahirkan anak kita secara normal, betapa kuat nya kamu menahan rasa sakit berjam-jam, hingga akhir nya dengan kondisi tekanan darah mu yang naik, di rujuk ke rumah sakit untuk dilakukan operasi caesar darurat. Terimakasih atas perlindungan Tuhan, kamu dan anak kita masih dalam penyertaan Nya.

Masa-masa pemulihan setelah operasi caesar membuktikan betapa tegar dan kuatnya kamu sebagai seorang wanita, dan sebagai seorang ibu yang ingin merawat anaknya sendiri.

Baru umur anak kita 3 hari, dengan sangat terpaksa aku meninggalkan kamu untuk ke sekian kalinya menggantikan posisi kakak ku untuk menjaga mamah di rumah sakit banjarmasin.

Sakit hati rasanya mendengar kamu yang terkena baby blue dan anak kita yang kena penyakit kuning, sedangkan aku jauh dan dalam posisi yang serba salah.

Banyak masa-masa aku sebagai seorang suami dan ayah tidak bisa melaksanakan kewajiban dan tugas ku.
Maaf banyak menyusahkan mu.

Dan sekarang dengan mamah yang di diagnosa dengan penyakit berat dan perlu perawatan yang baik, dan ku memutuskan untuk membawa mamah tinggal bersama kita, kamu dengan berbesar hati menerimanya.

Kekuatan, ketegaran, semangat, kesabaran, dan ketabahan mu sebagai seorang wanita sangat lah berharga dan tidak ternilai.

Dan sekali lagi maaf banyak menyusahkan mu istri ku…

cerita awal pekerjaan baru

apa yang di dapat dari pengalaman di minggu pertama sebagai seorang pegawai kantor?

pertama adalah buta, saya mesti meraba-raba sistem kantor yang sama sekali tidak saya ketahui, yang pasti di awal kerjaan lebih banyak berkutat pada microsoftkocok office. Jadi untuk mengatasi ketidaktahuan, yang saya lakukan adalah meng-copy semua file-file yang saya anggap penting, itu pun susunan file-nya tidak beraturan sama sekali. Entah bagaimana mereka mencari file yang tiba-tiba diperlukan?

kedua adalah ketidakefesiensian, terlalu banyak waktu yang terbuang untuk hal-hal yang tidak terlalu penting. Dengan sistem yang terstruktur, terlalu banyak pintu yang mesti di lewati.

ketiga adalah ketidakjelasan tupoksi (tugas pokok dan instruksi), sangat berbeda ketika saya masih berada di swasta. Ketika kita sudah menduduki suatu posisi, kita langsung tahu apa yang akan dan mesti kita lakukan, sedangkan pada sistem yang sekarang kita dibingungkan dengan ketidakjelasan, dan lebih anehnya instruksi nya pun tidak ada. Bahkan untuk saya yang sudah beberapa tahun bekerja, tetap saja bingung. Jadi saya kerjakan yang saya bisa kerjakan.

dari keseluruhannya saya belum mendapatkan ‘feel’ dengan posisi sekarang.

Mungkin sudah saatnya saya kembali ngoprek!

28 + 1

prewedding #1

Sebenarnya ini late post, karena begitu malasnya untuk aktif kembali menulis, ditambahnya dengan makin memudarnya dunia per-blogging-an di terjang social media.

Sebenarnya apa yang istimewa dari sekian umur yang sudah saya capai saat ini?

Kalau di urut dari akhir-akhir tahun kemarin ditambahkan dengan awal bulan tahun ini banyak hal-hal sangat istimewa yang terjadi 😀 .

Dimulai awal bulan Oktober 2014 lalu, dimana pacar saya akhirnya berubah status menjadi istri. Setelah hubungan yang hampir berjalan 3 tahun dan lebih banyak melalui hubungan jarak jauh dari awal hubungan oktober 2011 karena saat itu istri saya masih menempuh pendidikan lanjutnya di Yogyakarta untuk memperoleh gelar master-nya. Dan ketika selesai kuliah lanjut itu pun, kami yang tinggal berbeda kota dengan jarak tempuh sekitaran 5 jam mesti harus pintar mengatur waktu untuk bertemu, dan mesti saya akui bahwa istri saya yang lebih banyak berkorban untuk mengunjungi saya. Ditambah lagi awal tahun 2013 lalu saya juga mengambil studi lanjut di Yogyakarta, yang awalnya cuma dipisahkan waktu 5 jam, sekarang dipisahkan oleh lautan antar pulau kalimantan dan jawa. Dengan memikir kan hubungan yang dipisahkan jarak ini, beruntunglah saya dapat menyelesaikan studi lanjut dengan tepat waktu. Permasalahan kami bukan hanya jarak dan waktu, masih banyak masalah lain yang kami hadapi selama hampir 3 tahun. Yang patut diketahui pasti semua hubungan itu memiliki permasalahan, selanjutnya tinggal bagaimana kita menjalin masalah itu agar menjadi memperkuat sebuah hubungan.

Kemudian bulan Desember 2014 lalu, saya di terima menjadi cpns. Hal pekerjaan pasti (untuk masa depan) yang selalu menjadi permasalahan saya selama ini.  Yang patut saya syukuri adalah tempat kerja saya nanti satu kota dengan istri saya 🙂 . Banyak harapan dan rencana kami berdua ketika akan memulai hidup baru di kota itu nanti, kiranya selalu diberkati.

Dan tepat ketika saya berulang tahun bulan januari 2015 lalu, sekali lagi saya diberikan berkat oleh Tuhan. Istrinya saya positif hamil. Setelah bulan-bulan sebelumnya selalu negatif. Dan ketika kami melakukan cek ke dokter satu hari kemudian, ternyata umur kandungan istri saya sudah memasuki dua setengah minggu. Beruntunglah kondisi janin dalam keadaan baik, padahal beberapa hari sebelumnya kami melakukan perjalanan pulang-pergi kuala kurun – palangkaraya dengan mengendarai sepeda motor di tengan kondisi jalan yang tidak bersahabat dan kehujanan di tengah jalan.

Di umur  sekarang saya mesti bersabar sambil menunggu SK dari instansi tempat saya bekerja nanti, menanti kelahiran anak kami, mendengar dengan sabar keluhan istri yang terkena ‘morning sickness’ disertai emosi yang naik turun, yang kadang sering juga ikut memancing emosi saya sendiri, apalagi kami masih berlainan kota. Terlebih saya harus mempersiapkan diri sebagai sebagai seorang ayah 🙂 , dan bagaimana memikirkan usaha sampingan nanti ketika sudah menetap satu kota dengan istri saya.

Mestinya banyak yang bisa saya tulis disini, tetapi saya masih melatih diri saya untuk kembali rajin menulis.

pemikiran random

Lama tidak menulis, entah mengapa rasanya malas sekali.

Ada beberapa kejadian yang menarik selama ini yang menyita pikiran saya, mungkin tulisan ini sifatnya random yang tidak saling terkait dan terdiri dari point-point saja.

  • Saya telah selesai membaca buku “seseorang yang selalu mengikuti kata hatinya “. Biografi dari pendiri yayasan Slamet Riyadi dari Universitas Atmajaya Yogyakarta. Saya menjadi tahu dari sisi beliau mengenai bagaimana awal mulanya berdiri kampus tempat saya menimba ilmu mulai dari S1 hingga S2 serta permasalahan yang pernah di hadapi kampus saya. Pada point ini saya memiliki pemikiran bagaimana suatu yayasan dibalik suatu perguruan tinggi swasta sangat memiliki peran dalam mengembangkan universitas, dan semestinya orang-orang dibalik pengembangan tersebut harus benar-benar ‘care’ dengan misinya terhadap pendidikan, bukannya menjadikan lembaga pendidikan sebagai aset ekonomi untuk mengeruk keuntungan dari mahasiswa, ataupun menjadikan perusahaan keluarga, seperti pada prinsip beliau di dalam buku tersebut dalam menangani ‘masalah’ di UAJY, selalu-lah “serviens in lumine veritatis“.
  •  Akhir-akhir ini saya banyak menguji mahasiswa (proposal dan TA, terutama proposal). Dan permasalahan yang selalu saya temui ketika menguji TA adalah mahasiswa yang kurang paham apa yang dibuatnya. Ada celentukan yang tidak terlalu saya suka yaitu “kalau awalnya tempe masa keluarnya daging!”. Sebenarnya tujuan institusi pendidikan itu sebenarnya apa? Bukankah untuk men’tranformasi’ mahasiswa dalam proses-proses nya di dalam suatu lingkup lembaga pendidikan menjadi manusia yang lebih berpengetahuan , mandiri, dan humanis. Nah jikalau yang awal masuk adalah tempe kemudian keluarnya tetap tempe, terus yang salah ada dimana? Apakah pada inputan awal yang tempe atau pada proses pengolahannya? Bukankah sekarang ada “tempe rasa daging”?
  • Saya ingin kembali mengaktifkan hobi saya di fotografi, terutama mengenai essay foto dan foto hitam puith dengan RAW. Oh ya, saya sekarang sedang mencoba dry box sendiri, semenjak kasus body kamera saya berjamur kemarin dulu.
  • Ada 3 website yang coba saya kembangkan 3 bulan terakhir ini, yang pertama adalah website berbasis pyroCMS, kemudian website berbasis wordpress untuk toko online dan company profile.
  • Saya juga sedang belajar untuk memperdalam ilmu dalam bidang desain dengan photoshop seperti untuk editing foto, desain banner,dan lain-lain
  • Saya mencoba menyelesaikan bacaan dari ebook novel hasil download berupa “Benteng Digital” Dan Brown, mungkin kemudian dilanjutkan dengan dwilogi dari Andrea Hirata.