Kok Masih Sibuk?

Libur panjang telah lama lewat. Kerjaan sebelum libur sampai berdarah-darah telah di lalui. Ternyata selama libur saya masih sibuk, bukan kerjaan kantor tapi bersih-bersih rumah dan bekas warnet. Warnet sudah lama saya tutup karena pendapatan yang semakin turun dan tidak sesuai dengan beban pengeluaran bulannya. Untuk komputer warnet saya masih berpikir nanti digunakan untuk apa?

Rumah yang baru ditempati, masih perlu pembersihan. Dari rumput yang tinggi, kayu bekas yang masih belum teratur, kamar yang masih berantakan dan lain-lain

Setelah libur masih di kejar-kejar target penyaluran, nasib 114 desa ada di tangan. Bahkan setelah selesai target, saya masih di sibukkan dengan mengurus kost di palangkaraya yang sudah lama terbengkalai.

Saya tidak sempat mengeksplorer diri, meningkatkan kemampuan dan pengetahuan dengan kesibukan yang kian mendesak., waktu luang saya di rumah banyak di habiskan dengan keluarga sebagai penawar stress.

Project sampingan sebagai freelance untuk refresh otak sampai saat ini masih belum jelas. Ijin pindah dinas seperti nya masih kecil kemungkinan karena ketergantungan yang lumayan tinggi sehingga ketakutan pimpinan jika saya pindah ada yang tidak berjalan.

Bahkan untuk menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan, saya sudah sangat kesusahan.

 

Mari kita lihat apakah masih sibuk atau sudah tidak nantinya?

 

Iklan

Aplikasi Sistem Informasi Jalan dan Jembatan

Di karena kan posisi sekarang sangat jarang bersentuhan dengan teknis IT, sehingga perasaan kemampuan agak berkurang dan tertinggal dengan perkembangan IT khusus nya teknologi web. Untuk itu saya mencoba beberapa project yang pada intinya agar ‘ilmu’ kembali terasah.

 

Berikut project yang saya coba bangun : https://sig-jalan-gumas.000webhostapp.com/

 

One More Light

 

Who cares if one more light goes out, In the sky of a million stars?
Who cares when someone’s time runs out, If a moment is all we are?
Who cares if one more light goes out?
Well, I do.

Kuala Kurun, 31 Desember 2017

 

Selamat Malam Tahun Baru 2018 untuk Papah dan Mamah disana 🙂 ..

ibu kota

Ibu kota yang “crowded” tidak akan pernah menjadi tempat cocok untuk orang seperti saya yang lebih menyukai tempat yang damai dan tenang seperti rumah…

Menghitung hari-hari yang telah lewat, seakan tidak sabar untuk bekerja dengan posisi baru, bukannya saya tidak menyenangi posisi sekarang, tetapi saya menyakini karena pekerjaan yang saya jalani sekarang akan menemani saya nanti hingga tua, mengapa tidak sekalian saja kita bersikukuh mencari dan menempatkan diri dengan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan ‘passion’ kita.

 

Jakarta, 19/09/2017