Kok Masih Sibuk?

Libur panjang telah lama lewat. Kerjaan sebelum libur sampai berdarah-darah telah di lalui. Ternyata selama libur saya masih sibuk, bukan kerjaan kantor tapi bersih-bersih rumah dan bekas warnet. Warnet sudah lama saya tutup karena pendapatan yang semakin turun dan tidak sesuai dengan beban pengeluaran bulannya. Untuk komputer warnet saya masih berpikir nanti digunakan untuk apa?

Rumah yang baru ditempati, masih perlu pembersihan. Dari rumput yang tinggi, kayu bekas yang masih belum teratur, kamar yang masih berantakan dan lain-lain

Setelah libur masih di kejar-kejar target penyaluran, nasib 114 desa ada di tangan. Bahkan setelah selesai target, saya masih di sibukkan dengan mengurus kost di palangkaraya yang sudah lama terbengkalai.

Saya tidak sempat mengeksplorer diri, meningkatkan kemampuan dan pengetahuan dengan kesibukan yang kian mendesak., waktu luang saya di rumah banyak di habiskan dengan keluarga sebagai penawar stress.

Project sampingan sebagai freelance untuk refresh otak sampai saat ini masih belum jelas. Ijin pindah dinas seperti nya masih kecil kemungkinan karena ketergantungan yang lumayan tinggi sehingga ketakutan pimpinan jika saya pindah ada yang tidak berjalan.

Bahkan untuk menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan, saya sudah sangat kesusahan.

 

Mari kita lihat apakah masih sibuk atau sudah tidak nantinya?