tahapan awal membuat elearning kampus #stmikplk

Setelah kembali ke habitat awal, banyak program atau rencana yang ingin dilakukan, salah satu nya adalah membuat elearning untuk kampus #stmikplk. Seperti biasanya kalau elearning nggak jauh-jauh dari moodle. Dan kebetulan waktu jaman kuliah dulu pernah jadi admin situs elearning kampus, jadi bisa dibilang udah ada pengalaman menggunakan moodle. Tetapi untuk mengatur konten dalam moodle ini lumayan kompleks, mulai dari konten matakuliah, dosen, hingga mahasiswa yang jumlahnya banyak, jadi mesti perlu bertahap, belum lagi desain tampilan web-nya.

Yang saya kuatirkan setelah selesai membuat elearning ini adalah sepinya pengisi konten dari pihak dosen karena belajar dari pengalaman waktu jadi admin situs elearning dulu kendala awal menerapkan sistem ini adalah masalah konten matakuliah yang tidak di isi oleh dosen pengampu matakuliah. Jadi bisa muncul anggapan elearning-nya jadi tersia-siakan padahal manfaat-nya sangat banyak.

elearning #stmikplk

Mau bikin majalah online dan penelitian

Ada rencana untuk membuat sebuah majalah online yang membahas tentang dunia IT sekaligus dunia kampus tempat kerja. Masih memikirkan konsep ataupun format konten apa saja yang ingin di masukan dalam majalah online tersebut. Masih mencari software yang mudah digunakan untuk membuat layout majalah online, setelah searching banyak yang rekomendasi untuk menggunakan Adobe InDesign. Sekarang masih cari software bajakan-nya.

Sementara itu untuk masalah penelitian, ada beberapa ide penelitian yang ingin dilakukan tentu saja berkaitan dengan mobile computing, web, dan data mining.

*mencoba posting blog tiap hari, dan mulai berlatih rajin menulis*

catatan akhir studi lanjut

Akhir nya studi lanjut ku selesai juga, tak terasa sudah satu tahun berlalu. Cukup banyak rasanya yang bisa diperoleh selama satu tahun ini, tetapi tetap saja ada yang rasanya kurang, entah apa.

Awalnya saya beranggapan selama studi lanjut ini saya bisa lebih fleksibel dan menikmati segala kondisi, ternyata yang ada hampir sama monotonnya seperti waktu kuliah dulu.

Ada beberapa nilai yang ku anggap tidak memuaskan, karena saya tahu kondisi di lapangan seperti apa, tapi saya sudah lama tahu bahwa penilaian itu selalu bersifat relatif dari yang bersangkutan, jadi saya tidak terlalu mau ambil pusing ataupun melakukan protes.  Yang dipastikan target 1 tahun selesai sudah terpenuhi, sehingga biaya yang ada tidak membengkak.

Memikirkan apa yang mesti dilakukan ke depan, kadang muncul rasa kuatir yang besar karena di depan itu adalah hal yang tidak bisa kendalikan, kita cuma bisa merencanakan dan berusaha sebaik-nya.

Ada rencana dan niat untuk melakukan beberapa hal untuk sesuatu yang sifatnya lebih ‘membangun’ jika kembali ke tempat asal, tapi entahlah, kita tentu mesti melihat kondisi disana kan?

Berharap semua akan baik, karena pada dasarnya yang saya cari cuma rasa ‘damai’.