Berlaukkan Ikan Asin dan Bening Rebung

 

Okli begitu ia dipanggil, ia seorang anak yang sangat penurut kepada kedua orang tuanya mempunyai banyak teman karena kepandaianya bergaul. Ia terlahir dari keluarga yang sederhana di sebuah desa di Kabupaten Gunung Mas Kalimantan tengah, atau bisa dibilang dia adalah anak suku dayak. Cita – cita terbesarnya adalah sekolah setinggi – tingginya, maklumlah dia punya kakak gak lulus SMP disebabkan karena tergiur akan pendapatannya menambang emas.

“Mah… kayunya habis ya?” Begitu Tanya okli ke mamahnya.

“Ya kelihatanya habis ni, kamu bisa ambili untuk mamah nak?”

Beres mah jawab okli dengan semangat.

Maklumlah, tempat okli masih desa jadi untuk urusan masak memasak masih menggunakan tungku. Setelah okli membantu ibunya mengangkat kayu bakar, ia pun mengambil air dari sungai yang jaraknya 200 meter dari rumah.

Okli…Okli !!! kata teman – temannya memanggil.

“Yupss aku datang… “ Jawab okli

Mereka lalu pergi bersama sama untuk mengambil air dari sungai dengan membawa ember masing–masing. Ditengah jalan mereka sambil bercanda-bercanda sehingga tak terasa merekapun sudah sampai kesungai. Disana banyak sekali orang–orang melakukan aktivitas masing–masing, ada yang mandi, mencuci baju, dan mencari ikan. Tapi kalau untuk pengambilan air bersih ada di bagian hulu sungai. Mereka berjalan kearah hulu sungai untuk mengambil air bersih dan mengambilnya dengan pelan–pelan, karena takut kalau ngambilnya sembarangan bisa mengakibatkan air keruh.

Oii…teman–teman ember ku sudah penuh !!! seru ado.

“ Ya kalau udah penuh ayo kita pulang” jawab memo.

Tunggu ouiii…iiiihhh kalian semua mentang–mentang pada pake ember. Kata tewong dengan nada bercanda.

Tewong telat karena yang dia pake galon 5 liter jadinya air sidikit yang masuk. Setelah punya tewong penuh mereka langsung berjalan membawa ember dan galonnya yang penuh. Terlihat sekali diwajah mereka kecerian mewarnai pekerjaan mereka tanpa keluhan sama sekali.

Dah…semuanya… !! kata okli, karena ia sudah sampai dirumahnya.

Okli langsung memasukkan air bawaannya di gentong, lalu…

“okli…itu diatas meja makan mamah sudah siapkan teh hangat buat kamu, cepat diminum ya biar gak keburu dingin”.

“Ya mah…”.  jawab okli. Ia pun langsung meminum teh hangat tersebut.

Setelah minum teh, okli berjalan kebelakang rumah dan melihat kakek sedang mengambil daun  pisang.

“Itu untuk apa kek? Tanya okli kepada kakek.

“ Ini buat bikin daun rokok kakek, karena daun rokok kakek sudah habis”. Jawab kakek kepada okli.

Oooo…gitu ya kek, okli bisa bantu kakek gak?? Tanya okli sekali lagi.

“Ayo kalau mau bantu kakek” . Jawab kakek kepada okli.

Setelah mengambil daun pisang, okli dan kakek membawa daun pisang keteras rumah untuk di bikin daun rokok kakek. Keasikan membuat daun rokok gak  terasa hari sudah sore.

“ Berhasil…!!! Kata okli dengan senang, karena dari tadi okli bikin selalu aja rusak daun rokoknya. Jadi ketika berhasil dia sangat senang sekali. Pekerjaan membuat daun rokok kakek akhirnya selesai.

“Kek…okli mandi dulu ya, karena sudah sore”. Kata okli kepada kakek.

“Shippp mandi sana tar kesorean mandinya, makasih ya udah bantu kakek”. Jawab kakek kepada okli dengan senyumnya.

Oklipun segera mengambil handuk dan perlengkapan mandinya, lalu ia keluar dari rumah untuk pergi kesungai kahayan (nama sungai jalur transportasi air di Kalimantan tengah).

“ memo…, ado…ayo kita mandi!!! Teriak okli memanggil temannya.

Rumah mereka saling berdekatan, jadi cukup dengan teriak aja teman–temannya langsung datang. Mereka bertiga langsung mandi menuju sungai kahayan yang letaknya tidak jauh dari rumah. Orang dayak memang banyak membuat rumahnya di pinggir sungai Kahayan, yang bertujuan tidak jauh–jauh untuk melakukan aktivitas yang berhubungan dengan air dan juga hampir tidak ditemui pompa air dirumah penduduk. Sesampai di sugai mereka langsung meyeburkan diri ke sungai dan berkejar–kejaran di air berenang kesana kemari. Lalu terdengar teriakan dari rumah.

Ado…ayo pulang, sudah sore tar kamu kedinginan kalau mandi lama!!! Kata mamahnya ado dari rumah. Rumah ado terletak di pinggir sungai Kahayan, sehingga tidak perlu turun kesungai untuk memanggil ado. Mereka lalu bergegas pulang membawa barang–barang mereka.

Haripun sudah malam, okli dan keluarganya akan bersiap–siap makan malam. Sebelum makan mereka berdoa untuk makanan yang telah tersedia. Dengan hanya berlaukkan ikan asin dan bening rebung, mereka melahap nasi dengan sangat mensyukuri sekali akan makanan malam itu. Tiba–tiba keluar bunyi sesuatu dari mulut hadri kakaknya okli dengan santainya ia mengatakan.

“Kgraaakk….uummm…kenyang….” .

Semua pada ketawa melihat tingkahnya hadri. Selesai makan okli dan mamahnya membersihkan tempat makan, lalu mencuci piring.

“Okli…kamu belajar sekarang ya  nak, tar mamah yang membereskan sisanya”

“ya mah, okli mau belajar sekarang”.

Okli mengambil semua perlengkapan belajarnya, ia belajar apa yang akan dipelajari besok disekolah. Okli adalah murid yang berprestasi di sekolahnya, dari kelas 1 SD sampai dengan kelas 6 SD sekarang aja dia masih memegang peringkat 1. Apalagi mau kelulusan sekolah, dia tambah rajin belajar karena akan melanjut sekolah di kota, jika uang orang tuanya cukup untuk melanjutkan sekolahnya okli. Setelah belajar okli menyiapkan buku–buku yang akan dipakai buat besok setelah itu ia langsung tidur, dan selalu tidak lupa berdoa sebelum tidur.

 

by vivi

Iklan