gelap

Sendiri, sepi, jenuh, terasing, gelap. Itulah perasaan saya akhir-akhir ini, di kota ini seakan-akan aku mengalami shock culture yang tiada akhirnya. Banyak hal-hal baru yang membuat seakan diri ini terasing dan seakan berbeda, mencoba untuk tidak memikirkannya, tetapi tetap saja rasa itu ada.

Entahlah, kota ini seakan-akan menyimpan sesuatu yang tersembunyi, dari setiap jengkal keindahan dan keteraturan yang terlihat terdapat sudut-sudut gelap yang ku rasa semakin menyesak. Gengsi, gaya hidup berlebihan, individualisme, sikap penggolongan berdasarkan SARA, dan banyak lagi, kebobrokan yang terus berputar. Aku belum bisa menemukan ‘tempat’ ku di kota ini.

Sendiri, sepi, jenuh, terasing, gelap ….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s