sombong

Dari sekian lama ‘pencarian’ di dunia ini, saya sadari penyakit saya yang paling susah untuk di hilangkan adalah sombong. Bahkan ayat SIDI (pengakuan percaya ketika sudah di anggap dewasa) pun saya di wajibkan untuk merendahkan hati.

Kita tahu lawan dari sombong adalah rendah hati.

Saya rasa ketika si sombong datang yang bermain adalah ego diri, merasa plus dalam banyak hal, padahal lebih banyak minusnya. Seperti pribahasa selumbar di mata tidak di lihat, balok di ujung sana terlihat.

Selain itu katanya orang yang idealis cenderung ke arah sombong, karena kebanyak memandang sesuatu secara hitam putih.

Saya sendiri masih terus belajar menghilangkan ‘sombong’ ini… belajar dari ‘universitas kehidupan’. Yeah, yang terutama harus mencoba banyak bersyukur dengan semua yang di miliki sekarang, selain itu mencoba untuk belajar ‘menundukkan kepala’ supaya bisa melihat ‘yang di bawah’, karena jika saya terus memandang ‘yang diatas’, saya yakin hidup saya nggak bakalan pernah puas.

Doakan saya ….

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s