melankolis senja

melankolis senja

mengarsir senyummu dikala senja …..

Iklan

masa lalu

…Ketika kau tertidur semalam, hujan turun perlahan, di teras ada sisa jejaknya.
Kau seperti pernah mengenal siapa yang singgah di sana.
Yang tak sampai hati mengetuk pintumu
dan berbalik pergi membawa mimpi yang ingin disampaikannya padamu…

*sajak bangun tidur

 

Kenangan tetaplah kenangan untuk selamanya, selama otak masih mampu menyimpan tiap titik peristiwa yang akhirnya membentuk alur memori masa lalu ….

sombong

Dari sekian lama ‘pencarian’ di dunia ini, saya sadari penyakit saya yang paling susah untuk di hilangkan adalah sombong. Bahkan ayat SIDI (pengakuan percaya ketika sudah di anggap dewasa) pun saya di wajibkan untuk merendahkan hati.

Kita tahu lawan dari sombong adalah rendah hati.

Saya rasa ketika si sombong datang yang bermain adalah ego diri, merasa plus dalam banyak hal, padahal lebih banyak minusnya. Seperti pribahasa selumbar di mata tidak di lihat, balok di ujung sana terlihat.

Selain itu katanya orang yang idealis cenderung ke arah sombong, karena kebanyak memandang sesuatu secara hitam putih.

Saya sendiri masih terus belajar menghilangkan ‘sombong’ ini… belajar dari ‘universitas kehidupan’. Yeah, yang terutama harus mencoba banyak bersyukur dengan semua yang di miliki sekarang, selain itu mencoba untuk belajar ‘menundukkan kepala’ supaya bisa melihat ‘yang di bawah’, karena jika saya terus memandang ‘yang diatas’, saya yakin hidup saya nggak bakalan pernah puas.

Doakan saya ….