kerja adalah cinta yang ngejawantah

“kerja adalah cinta yang ngejawantah…” ~ Kahlil Gibran. Ungkapan ini sering saya dengar dari seorang dosen di kampus saya dulu, tapi saya kurang begitu mengerti apa sebenarnya makna dari ungkapan ini. Dan ketika malam ini saya menonton tayangan k!ck Andy, dengan cerita seorang pemuda yang katakanlah berada level tertinggi dalam hidupnya, memiliki jabatan tinggi di perusahaan, apalagi itu perusahaan yang berada di Amerika, tentu kalau soal materi tidak perlu di tanya lagi, melepaskan itu semua dan menjalani hidup yang menjadi pilihannya.

Saya memang mengakui perjuangannya untuk mencapai level tertinggi tersebut tidak mudah, banyak yang harus di korbankan, banyak yang harus di perjuangkan, apalagi perjuangannya adalah dari titik nol, suatu keterbatasan untuk memperoleh dana pendidikan. Tetapi entah mengapa orang ini berani mengambil keputusan yang begitu dramatis, 180 derajat, ketika berada di puncak dia memilih turun, dan menghadapi yang nanti entah seperti apa. Alasannya dia ingin melakukan sesuatu yang lebih “touching people” di tempat kelahirannya, Indonesia. Dia menemukan lentera jiwanya, dan menjalaninya, dia melakukan “cinta yang ngejawantah…“. Dan saya iri akan itu.

Jika melihat kelakuan “para oknum” negeri ini, kadang hati ini miris akan nasib orang-orang yang rela berjuang walaupun dalam keterbatasan, mereka mau bersusah payah untuk orang lain / bangsa ini, tanpa memikirkan imbalan apalagi jasa. Kemudian sisi pikiran saya yang cenderung negatif akan bersuara “apakah mereka yang rela berkorban ini pada akhirnya membawa suatu perbaikan, perubahan yang berarti, sementara mereka ‘yang terhormat itu’, apa yang dilakukannya menentukan hajat hidup satu negera,  ‘sibuk’ untuk diri sendiri, atau ‘sibuk’ untuk kelompok atau golongan mereka?”

“Yes, we can change!” itulah slogan Obama dulu ketika mencalonkan diri menjadi presiden Amerika. Yang patut di sadari, perubahan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, perubahan itu perlu proses.

Sedangkan saya, sepanjang umur saya ini, apa yang sudah saya lakukan? Setelah dipikir-pikir belum ada. Malah akhir-akhir ini saya merasa tidak puas dengan hidup saya di kota ini, saya selalu membandingkan tempat saya sekarang ini tidak sebagus tempat saya dulu, saya terlalu banyak mengeluh, ego saya yang tinggi banyak berperan akhir-akhir ini. Jika dibandingkan dengan pemuda tadi saya sangat-sangat-sangat jauh.

Berbahagialah mereka yang bekerja tanpa pernah terikat akan materi, kedudukan, ataupun balas jasa, karena bagi mereka kerja itu adalah cinta yang ngejawantah

dan saya belum menemukannya…. #menghelaNapas

btw selamat Hari Kebangkitan Nasional…

Iklan

2 pemikiran pada “kerja adalah cinta yang ngejawantah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s