sekilas: Teologi Kemakmuran

Warning : Tulisan ini berdasarkan pendapat pribadi tidak ada maksud untuk menyalahkan, yang ada hanya sebagai perenungan, dan saya bukan sarjana teologia ataupun disebut sebagai ‘orang taat’. Saya hanya manusia seperti yang lainnya yang sedang ‘mencari’ dan mencoba ‘memahami’ Tuhan ….

 

Menurut Wikipedia Teologi Kemakmuran adalah doktrin yang mengajarkan bahwa kemakmuran dan sukses dalam kata lain, kaya, berhasil, sehat sempurna adalah tanda-tanda eksternal bahwa yang bersangkutan dikasihi Allah. Kasih Allah ini diperoleh sebagai sesuatu takdir (predestinasi), atau diberikan sebagai ganjaran untuk doa atau jasa-jasa baik yang dibuat orang tersebut. Sementara itu, penebusan dosa (yang dalam Kristen dilakukan melalui Yesus Kristus) yang dilakukan Allah bertujuan untuk memberikan berkat kesuksesan dan kesehatan.

Intinya ajaran ini mengajarkan pengikutnya akan kesempurnaan hidup dalam ekonomi dan kesehatan.

Dalam ajaran ini ada banyak hal yang saya anggap terlalu berlebihan dan tidak masuk akal. Salah satunya,

Miskin itu dosa?

Ini adalah hal utama yang tidak masuk ke logika saya.  Saya sering mendengar begini “Tuhan kita adalah Tuhan yang Mahabesar, kaya, penuh berkat dan manusia yang beriman pasti akan mengalami kehidupan yang penuh berkat pula, kaya, sukses dan berkelimpahan“. Tentu saja semua orang ingin kaya, berkecukupan secara materi. Tapi sampai mengatakan orang miskin itu berdosa, sungguh tidak masuk akal. Tuhan Yesus saja datang ke dunia dalam keterbatasan, di lahirkan dalam kandang domba. Entah mengapa miskin itu bisa di sebut dosa?  Saya kira menilai ‘dosa’ seseorang dari kekayaan materi belaka adalah suatu yang sangat-sangat salah. Pandangan manusia yang coba di ‘tuhan’kan.

Terus, apakah Tuhan melarang kita menjadi kaya?

Tentu saja tidak, manusia sejak awal di ciptakan lebih di beri kehendak bebas (free will). Kita bisa saja berusaha (cara baik atau tidak) untuk memperbaiki kehidupan ekonomi kita dan mungkin akhirnya menjadi berkecukupan, atau mungkin kita sudah berusaha tapi kita belum berkecukupan. Dari dua perbandingan ini menurut saya manusia memiliki kehendak bebas dalam usahanya baik itu secara baik atau buruk. Kemudian layakkah nilai iman seseorang di nilai dari materi yang di milikinya? Sedangkan materi itu bersifat jasmani, dan iman adalah suatu yang sama sekali bukan jasmani.

Seseorang yang mengikut Tuhan PASTI di berikan kelimpahan dan kesehatan !

Yakinkah “PASTI”-nya demikian? Saya rasa jikalau para pengikut Tuhan terlalu banyak di masukan kata-kata (kebanyakan malah seperti kata-kata untuk self hypnosis motivator) seperti ini di setiap acara dalam Gereja, akhirnya kata-kata model seperti ini hanya digunakan sebagai ‘brain wash’. Terakhir saya rasa bila terlalu sering di dengarkan kata-kata ini, akhirnya ibarat Tuhan hanya menjadi ‘alat’ untuk mencari kelimpahan dan kesehatan saja, tanpa pernah bercermin akan adanya jalan salib yang sesungguhnya.

Pada dasarnya saya tidak ingin ‘menilai’ Tuhan itu ibarat mesin ATM ataupun menilai ‘keimanan’ seseorang berdasarkan materi ataupun kesempurnaan fisik (sakit berarti tidak sempurna) yang mereka punyai.  Dan saya rasa manusia itu lebih berharga di mata Tuhan melalui hidupnya, bukan melalui apa yang di makan atau apa yang di pakainya.

Saya beberapa kali pernah mengikuti model ibadah yang mengajarkan theologia kemakmuran ini, dan saya juga mengenal beberapa orang yang ‘mengikuti’ ajaran model ini, bahkan saya pernah di ikutkan dalam rapat ataupun pertemuan pemuda-nya. Saya merasa mereka terlalu banyak di ajarkan untuk menampilkan semua yang ‘wah’ dibandingkan suatu kesederhanaan, dan kadang saya merasa tidak respect dengan orang-orang ini, terutama dengan mereka yang terlalu sering menyebutkan nama Tuhan (terutama dalam status di jejaring sosial) seolah-olah ingin menunjukkan ke banyak orang sesuatu yang ‘wah’ tadi, sedangkan dengan sesamanya sendiri tidak terlalu peduli.

Mungkin saya yang terlalu idealis dalam memandang, tapi saya yakin Tuhan datang ke dunia bukan untuk memberikan kemakmuran dan kesehatan saja di dunia, Dia datang untuk yang lebih dari itu….

 

“Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkan-lah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkalMu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemar-kan nama Allahku”. ~ Amsal 30:8-9

Iklan

2 pemikiran pada “sekilas: Teologi Kemakmuran

  1. Numpang promo ya gan..:D

    LOWONGAN KERJA SAMPINGAN GAJI 3 JUTA /MINGGU

    Kerja Management dari program kerja online (Online Based Data Assignment Program / O.D.A.P) MEMBUTUHKAN 200 KARYAWAN diseluruh indonesia yang mau kerja sampingan online dengan potensi penghasilan 3 JUTA/MINGGU+GAJI POKOK 2 JUTA/BULAN, Tugasnya hanya ENTRY DATA, per entry @10rb, Misal hari ini ada kiriman 200 data dari O.D.A.P yang harus di ENTRY berarti kita dapat hari ini @10Rb x 200 = 2 JUTA. Lebih Jelasnya kirimkan Nama LENGKAP & EMAIL ANDA.

    Buka blog SHANTI BISNIS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s