memasuki semester kedua ku

Bulan februari ini adalah semester kedua ku sebagai seorang tenaga pengajar kontrak, aku bersyukur masih diberikan kepercayaan untuk melakukan pekerjaan ini lagi meskipun aku merasa beban, tentu saja bukan karena model pekerjaannya tapi karena aku adalah orang yang pendiam dan agak susah untuk berinteraksi dengan baik terhadap orang lain, atau bisa di bilang aku adalah orang yang kurang bisa mengungkapkan dengan baik apa yang ada di pikiran ke dalam bahasa lisan atau orang yang kurang pandai berbasa-basi, aku lebih baik dalam hal bahasa tulisan. Yeah, meskipun begitu aku coba lakukan yang ku mampu.

Pengalaman sebelumnya memang memberikan model ‘shock therapy’ bagiku, menghadapi model lingkungan dan manusia yang berbeda dari yang biasa ku hadapi selama kuliah, memang tempat baru, lingkungan baru, suasana baru, dan situasi baru.

Mungkin selama semester pertama aku mengajar ini banyak kekurangan di sana sini, mulai dari masalah absensi yang kurang meskipun materi yang ku berikan selesai hingga materi akhir, cara mengajar yang sepertinya memang harus di sesuai kan dengan kondisi mahasiswanya, dan sebagainya.

Tak mengapalah, sepertinya aku “termakan” sendiri dengan keinginan semasa kuliah ku dulu,

  • Keinginan pertama, aku ingin bekerja sebagai pegawai tetap yang sesuai dengan jurusan ku yaitu teknik informatika, keinginan ini belum terwujud, permasalahannya tentu saja karena lingkungan kurang mendukung, untuk kategori “pegawai tetap” mungkin ada, tapi untuk IT (Information Technology) sangat kurang, jadi akhirnya aku mengundurkan diri untuk jadi “pegawai tetap” negeri karena tidak bersifat IT.
  • Keinginan kedua, aku ingin menjadi tenaga pengajar lepas, dalam artian jam mengajar yang bisa di sesuaikan, dan ini lah yang tengah ku hadapi sekarang, dan ternyata tidak mudah 😦 .
  • keinginan ketiga, aku ingin memiliki usaha swasta sendiri yang berhubungan dengan IT atau minimal komputer, dan usaha ini tengah ku rintis sekarang, aku mulai dari nol besar karena aku tidak memiliki modal, yang ku miliki hanya sedikit keahlian dan kegilaan 😀 .

Untuk mengejar ‘lentera jiwa’ tidaklah mudah, tapi lebih baik pernah mencoba walaupun ‘mungkin’ berakhir dengan kegagalan daripada tidak pernah mencoba sama sekali.

Dan yang kuinginkan sekarang adalah kerendahan hati untuk menerima semua sebagai mana adanya, dan jikalau seperti kata orang-orang harus mengikuti ‘kata hati’, sebenarnya aku sudah tidak tahu ‘kata’ mana yang harus ku ikuti… (I just believe in You..)

    Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s