serupa rasa galau dan insomia

Jam segini masih belum mengantuk, ada perasaan galau yang entah datang dari mana dan juga insomia. Setelah ku pikir-pikir ternyata aku bukanlah orang yang gampang jatuh cinta, dari jaman dulu hingga sekarang, masih bisa dihitung dengan jari yang bisa dimasukan dalam kategorikan ‘jatuh cinta’. Bulan februari ini menjadi bulan ‘nggak kerja’, sudah dua mingguan ini kerjaan yang ku lakukan itu-itu saja, terlalu monoton.

Ada saatnya aku ingin berubah, tapi setelah kupikir-pikir jalan hidup manusia itu sepertinya sudah ditentukan, istilahnya sudah terprogram. Misalnya ketika dalam suatu situasi tertentu dimana kita harus mengambil sebuah keputusan penting, ada beberapa faktor yang sangat dominan dalam keputusan kita tersebut. Yang utama adalah ‘sifat’, faktor ‘sifat’ ini yang memprogram adalah lingkungan sekitar kita. Tanpa kita sadari lingkungan hidup, orang tua, keluarga, budaya, masyarakat sangat mempengaruhi sifat yang berujung pada pembentukan perilaku dan kebiasaan. Jadi misalnya si A dihadapkan pada situasi dengan pilihan, maka faktor ‘sifat’ dari lingkungan A ini menjadi sistem yang dijalankan tanpa di sadari, melalui analisa terhadap dunia sekitar si A, kita dapat menjawab apa pilihan yang akan diambil oleh si A.

Jadi bikin analisa nggak penting 🙂 .

Apa yang ku alami selama tahun-tahun terakhir ini, mulai dari rasa kehilangan orang terdekat, di singkirkan, tidak dianggap, dan juga mungkin di tolak, kemudian saat-saat bahagia dengan kelulusan, perpisahan dengan teman semasa kuliah, dan lain-lain, itu hanya memberikan banyak pembelajaran tentang hidup. Kiranya ada perasaan sayang terhadap moment dimasa lalu, dan aku takut menghadap masa depan, tapi mau tak mau masa lalu tetaplah suatu yang lalu, yang ku tapaki adalah masa sekarang, dan membayang masa depan.

Yang ku sadari “I’m not change, I just grew up…” dan sepertinya tidak salah dulu aku pernah menulis hidup yang baru ini adalah “long road back to faith…“. Apalagi di kota ini, sepertinya ‘jalannya’ benar-benar berliku, menanjak, dan banyak batu yang menghalangi. Tentang hidup? Masih tanda tanya, sama seperti dulu, I still haven’t found what I’am looking for…

Iklan

2 pemikiran pada “serupa rasa galau dan insomia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s