but there’s no way home, nowhere I belong

Akeboshi – a nine days’ wonder

A nine days’ wonder looking back
As the sun goes down
As time goes by a sketch of life
On the wall worn out
One day she said in the usual tone
That I don’t shine anymore
So I laughed and said “Can you bring it back?”
She stands alone watching the leaves fall
So many places, so many ways
But there’s no way home, nowhere I belong
So many faces fade away
And then life goes on
So many places, so many ways
But there’s no way home, nowhere I belong
Off the rails dream away
The amber lights flicker out
An old soldier lives in the dark
Says the light only causes pain
Now I don’t listen to him this time
I packes my bag and I walk to the bus stop
Stars start falling down like a yellow rain, like fire-works
I stand alone watching the stars fall
So many places, so many ways
But there’s no way home, nowhere I belong
So many faces fade away
And then life goes on
So many places, so many ways
But there’s no way home, nowhere I belong
So many faces fade away
And then life goes on
[instrumental]
Still living in a world we know
Still living in a world we know
Still living in a world we know
Still living in a world we know
Hold on there
And then life goes on
Still living in a world we know
Still living in a world we know
Still living in a world we know
Still living in a world we know
Hold on there
And then life goes on

Lagu yang berkesan gelap dan sedih, aku membayangkan seorang prajurit tua yang pulang setelah usai perang, namun ia tidak tahu harus pulang kemana, banyak tempat dan jalanan yang di laluinya, tapi ia tidak menemukan tempat yang bisa disebutnya sebagai ‘rumah’… ‘sigh, feels like me…

*Besok tanggal 1 dari bulan maret, bulan ketiga dari tahun ini, tidak terasa postingan di blog ini sudah 40 post. Aku hanya berharap hidup ku di bulan-bulan dan tahun-tahun mendatang bahagia…

mau mengurangi update ‘status’ di fb

LONDON – Sebuah studi psikologi terbaru menunjukkan, semakin banyak teman yang anda miliki di Facebook, risiko anda merasa tertekan juga semakin besar. Lho?

Ahli psikologi meyakini, mereka yang memiliki tingkat kecanduan tinggi terhadap Facebook bisa jadi akan mengalami kegelisahan terkait situs jejaring sosial tersebut. Demikian seperti dilansir Telegraph, Kamis (17/2/2011).

Peneliti dari Edinburgh Napier University meminta tanggapan sejumlah mahasiswa tentang penggunaan situs pertemanan populer itu. Banyak responden mengklaim merasa bersalah ketika menolak friend request seseorang. Sementara, satu dari 10 orang mengaku gugup ketika mengakses situs tersebut.

Sebagian lainnya tidak bisa mengatasi tekanan untuk selalu menjadi pribadi yang menghibur. Lainnya, merasa iri dengan user lain yang memiliki teman lebih banyak atau terlihat lebih bersenang-senang ketimbang mereka.

“Kami menemukan bahwa justru mereka yang memiliki kontak paling banyak dan menghabiskan waktu paling lama di Facebook lebih berpeluang merasa stress,” ujar Dr Kathy Charles, yang memimpin studi tersebut.

Dia menambahkan, banyak user tidak bisa memberikan alasan tepat mengapa mereka menggunakan jejaring sosial dengan lebih dari 500 juta pengguna itu.

“Tapi, banyak juga yang mengatakan bahwa mereka tidak ingin menarik diri dari situs tersebut karena takut kehilangan informasi sosial penting ataupun menyinggung kontak mereka,” tutup Dr Charles. (srn)

*source

Ditambah dengan membaca thread kaskus yang bagus ini, rasa-rasanya benar sekali. Mungkin aku agak mengurangi itensitas untuk update status di fb yang nggak perlu, kecuali untuk promosi usaha yang baru ku rintis, selebihnya lebih baik ‘keep silence’.

Selama ini aku terlalu merasa ‘status’ fb itu hanya membuat banjir informasi yang tidak perlu untuk otak, sekitar 85% adalah informasi ‘sampah’, sisanya 15% lah yang benar-benar berguna. Bahkan hanya karena membaca status orang yang rada-rada ‘aneh’, dengan gampangnya aku bisa memberikan label ‘jelek’ untuk seseorang.

Mungkin inilah salah satu dampak buruk social networking, disamping dampak positifnya. Ya, seperti sebuah mata uang logam, selalu ada dua sisi yang berbeda

dicoba saja…

Beberapa hari belakangan ini sibuk memikirkan pekerjaan tambahan yang ingin ku lakukan. Sebenarnya hanya penyaluran hasrat terpendam selama ini, ya anggap saja iseng-iseng berhadiah, daripada skill nggak digunakan dan jadi tumpul. Sebenarnya aku mau bikin usaha beginian setelah baca ‘someone’ artikel, yeah pokoknya memberikan inspirasi bagi ku.

Meskipun model kerjaan ini agak ragu untuk ku coba karena masalah komunikasi sosial dari ku keclient yang mungkin agak susah, karena aku orangnya bukan tipe yang banyak bicara, tapi seperti kata bijak ini “lebih baik pernah mencoba walaupun gagal, daripada tidak sama sekali“, begitulah, lanjutkan saja hasrat ini 😀 ..

banner iklan ku

banner iklan ku

Sebenarnya udah promosi 2 hari belakangan cuma lewat status di social networking *yang pakai nama asli*, berasa ada yang kurang, jadi ku buat aja banner iklannya supaya bisa di tempel juga *di kampus :D*. Nah, diatas adalah tampilan banner yang ku buat *asal* mulai jam 19.00 sambil nonton tv (OVJ), dan studi banding ke kota di CityVille 😀 ,  kata “fazz” ini adalah nama yang biasa ku gunakan dari smp dulu, kalau nggak salah dari nama tokoh game Hoshigami, ya daripada bingung-bingung cari nama, pakai nama yang udah ada aja 🙂 .  Semua yang di cantumkan *dan yang tidak* adalah 100% hasil pengalaman saja, jadi long life otodidakers

cerita hidup itu

Hidup, ya cerita hidup setiap orang memang berbeda-beda, setiap orang punya alur cerita sendiri. Selangkah demi selangkah jalanan hidup ini kita lalui, tetapi ujungnya tetap sama, kau tahu apa maksud ku kan? Hanya waktu dan cara nya saja yang membedakan.

Kadang aku merasa hidup sebagai ‘orang desa’ itu lebih baik dibandingkan hidup sebagai ‘orang kota’, hidup sederhana, itu saja intinya. Tingkat kompleksitas pemikiran yang kadang membebani hidup, gengsi, pendidikan, kedudukan, dan banyak lagi hal-hal yang sebenarnya membuat hidup itu menjadi tambah rumit saja.

Lebih enak menjadi orang yang tak pernah mempertanyakan hidup ini, tidak perlu pusing mencari jawaban mengapa aku dilahirkan di dunia ini, atau pertanyaan susah lainnya, yang ada hanya menjalani hidup itu apa adanya, sesederhana itu.

Tapi, setiap manusia pasti pernah merasa hidup itu tidak adil bukan? Bersyukur, bersyukur dengan apa yang ada rasa-rasanya hal yang susah ku lakukan.

Manusia memiliki rasa terasing akan dirinya sendiri, pencarian ujung cahaya di lorong gelap, yang bisa dilakukan hanya bisa meraba sekitar, meraba-raba dalam cerita hidup yang selalu tanda tanya…

 

…lama sudah aku berjalan, kian banyak yang kutahu, tetapi hidup ini kian asing rasanya…

Bodhi – Supernova: Akar