memasuki usia 1/4 abad

Tak terasa umur semakin tua, seolah-olah tak ada yang berubah, apa mungkin memang ada yang berubah tapi aku tidak menyadarinya.

Kegiatan sekarang bisa di sebut ‘semi pengangguran’, kerjaan sambilan sebagai dosen honor di kampus pertama dikota kecil ini yang memberanikan diri memilih ‘IT’ sebagai ‘theme song’ mereka, dengan keterbatasan fasilitas dan sumber daya manusia tentu saja, hal yang bisa saya maklumi.
Pilihan pekerjaan di ‘calon ibukota’ ini sangat terbatas, cuma antara pns atau pegawai bumn. Orang-orang yang berbondong-bondong untuk jadi pns, sehingga sudah jadi rahasia umum permasalahan seperti manipulasi sistem penilaian, sogok menyogok, relasi keluarga, hingga hal-hal yang menyinggung SARA dalam requirement tenaga pegawai, semuanya hanya bisa di lewati dengan hati yang lapang, sambil geleng-geleng kepala.
Sedangkan saya hanya karena idealisme pribadi *yg aneh*, terus terang aku memiliki perasaan tidak sesuai dengan kerjaannya nanti, jadi aku memilih mengugurkan diri sebagai calon pns, toh aku tidak rugi apa-apa, paling-paling cuma rugi mikir saat mengerjakan soalnya 🙂 .
Jadi untuk sekarang masih tetap menunggu yang terbaik, untuk yang akan datang, yang sesuai dengan hati.
Masih tetap ‘jomblo’ tentu saja, agak merasa minder untuk datang ke acara2 tertentu karena nggak punya pendamping *Pasangannya mana? Pertanyaan basi*, udah kebiasaan dari dulu kalau kemana-mana saya sendirian.
Memikirkan untuk memanfaatkan ilmu ‘kungfu’ yang dipelajari secara otodidak selama menjadi mahasiswa supaya bisa memberikan penghasilan alias di komersilkan.
Sedangkan usaha membuat skripsi yang sempat saya lakukan memberapa bulan terakhir ini, meskipun dengan hasil yang memuaskan, akan saya hentikan, lagi-lagi masalah idealisme. Sepertinya saya melakukan pembodohan, membiarkan mereka dengan gampangnya memperoleh nilai skripsi yang bagus karena saya bantu, sementara daya juang mereka untuk mengalahkan rintangan terakhir sebagai syarat mendapat gelar tidak ada sama sekali, terlalu manja, selalu minta di bimbing, bahkan merangkai kata-kata untuk membuat laporan pun tidak bisa sama sekali. Yang jadi pertanyaan saya, selama kuliah mereka itu sebenarnya ngapain?
Jadi saya lebih memilih untuk mengerjakan proyek langsung, karena untuk pembuatan skripsi anak-anak IT kerjanya dobel, selain pembuatan laporan (analisis sistem, desain perangkat lunak, etc), kita juga harus membuat programnya.
oh ya, untuk mengisi waktu, karena saya jarang olahraga, saya memilih olahraga bersepeda, dan sepertinya saya jadi ketagihan bersepeda. Fotografi masih tetap jalan tentu saja 🙂
#malasnulis2yangmelankolis
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s