tonight

sepi.. sepi.. sepi…
perasaan ku tak enak…

jalur hidup manusia itu tidak selalu mulus ya?
kadang di jalur itu ada bebatuan yang menganggu ketika kita lewat, atau mungkin sebuah persimpangan yang membuat kita berpikir apakah harus mengambil kiri atau kanan.
Tetap saja kita tak pernah tahu jalur hidup berikutnya seperti apa…
Tapi jalur hidup itu seperti sebuah jalan yang berlumpur, setiap kita melangkah, kita meninggalkan jejak di belakang. Sebuah jejak yang masih kita bisa lihat.
Entah lah, aku bingung dengan hidup ku sekarang.

Besok natal, aku tidak merasakan apa-apa. Ku rasa tak ada yang membuat hidup ini menarik lagi, aku jenuh dengan hidup seperti ini.
Apakah aku salah memilih jalan hidup?
Sepertinya aku tersesat…..

Tuhan, kuatkan aku melalui jalan hidupku,
Aku merindukan seseorang Tuhan…
Tapi sampai kapan seperti ini?? 

Iklan

hujan

Hujan.. Suara hujan membuat berpikir waktu akan berhenti sesaat ya? atau mungkin ini akan berlangsung selamanya? Pemandangan yg biasa, menghilang di balik hujan. Karena cuma ruangan ini yang nyata, makanya dia tetap tinggal, atau malah tertinggal dari kenyataan, ya?

somebody

satu kesempatan kerja tetap ku lepas, sepertinya memang bukan jalan ku ke situ, biarlah, aku cari kesempatan yang lain saja…

sepertinya satu orang ini keluar masuk dari hidup ku. Biasanya sich yg lain-lain kalau udah keluar, bakalan selamanya….
aku tidak ingin membangun romantisme dengan bayangan seseorang dari masa lalu itu, terlalu beresiko untuk meracuni hati ini lagi dengan sesuatu hubungan yang bersifat semu dan penuh perandaian dan khayalan. Aku inginnya ‘kau’ itu nyata, bukannya semu tak tersentuh.
Karena jalanan hidup antara aku dan dia berada di jalan yang sama, hanya sisi yang berbeda.
And I’d give up forever to touch you
Cuz I know that you feel me somehow
You’re the closest to heaven that I’ll ever be…
*Goo Goo Dolls – Iris

kepala penuh pikiran

Kepala lagi banyak pikiran, udah dua hari. Serasa mau pecah, sehingga susah berkonsentrasi.

Aku di terima di K*U. Cuma hal ini masih menjadi pikiran yang membuat kepala ini penuh. Aku masih menunggu pengumuman satu lagi. Terlebih karena ada seseorang yang ingin melobi ku agar masuk ke tempat kerja nya. Katanya dia mencari sarjana yang nggak cuma bawa ijazah, tapi benar-benar membawa skill. Dan akulah yg di lirik nya (wedew).
Rasanya blog ini cuma akan berisi tentang “HAPPINESS, SADNESS, ANGER, AND SILLY STUPID THINGS IN MY LIFE”. Jadi bukan berisi code-code program, apalagi underground. Lagipula aku sedang ‘stuck’ untuk belajar sesuatu yang baru, bahkan code program xhtml + php untuk aplikasi HP yang ku kerjakan belum selesai padahal waktu-nya terbatas . Padahal programnya berkaitan dengan hajat hidup 2 orang (wedew).
Tadi orang tua ku bilang “sepertinya , kesepian”. Memang ku akui aku kesepian, aku ingin mempunyai seseorang untuk berbagi. Tapi mungkin saja belum waktu ku. Antara janji-janji yang seakan ilusi tapi secara aneh bisa terwujud satu persatu.
Rencana karir ku, 2 hal sudah terpenuhi, cita-cita yang ku tulis entah semester berapa waktu aku mahasiswa dulu. Aku bersyukur karenanya…
Aku merasa di berikan Tuhan banyak kesempatan, pintu-pintu yg sebelumnya tertutup seakan terbuka secara serentak.
Yang ku inginkan hanya kerendahan hati dan kesadaran untuk menerima ini semua apa adanya.
Karena bahkan di saat aku mengecam Tuhan pun, aku sadar ada kekuatan yang jauh lebih besar daripada diriku sendiri. Ia berhenti sejenak. Dan dengan cara itulah aku mulai pulih.
(dikutip dari Have A Little Faith, karya Mitch Albom, 189)