karena itu

 

 

Bingung kasih judul.. swt memang :p..

Kemarin malam aku ditelpon ibu2 (?) yang menyuruh datang ke suatu acara. Yeah, tema acaranya sich tentang kewirausahaan khusus untuk para sarjana. Nich, orang milih aku untuk datang kenapa ya? Apa karena melihat data background pendidikan ku yang berasal dari luar daerah?? hmm.. mungkin saja..

Ini acara resmi banget, yang ngomong menteri sich.. lebih tepatnya menteri koperasi dan ukm.
Acara antara jam 09.00-11.00, ku anggap pembahasannya terlalu mengambang, nggak sesuai ama tema-nya.

Ngomong2, biarpun aku nggak ada niat ikutan acara ginian, udah dari sananya aku niat untuk berwirausaha, cita-cita semasa kuliah. Kata menteri-nya “ubah-lah mindset anda..”, ya emang kebanyakan mindset kita kan jadi pegawai (negeri atau swasta), mau apa di kata??
Merubah mindset, berarti anda merubah kebiasaan, bahkan culture anda.

Sepertinya yang datang dengan tampang polos cuma aku @_@ …

*malas nulis yang berat2…

tahun ke 24

judul yang aneh memang tapi memang ku sengaja karena hampir saja umur ku terputus di angka 24 ini…
Jumat minggu kemarin aku mengalami kecelakaan, untungnya kecelakaan hampir tragis ini tidak berakhir buruk bagi hidupku, aku hanya mengalami luka kecil di tangan kiri dan tangan kanan luka gores karena tergesek dengan aspal jalanan, serta bahu kanan yang agak terkilir sedikit.
Ternyata umur ku masih panjang, ketika adrenalin memacu kesadaran akan beberapa detik waktu untuk menghindar dari sebuah mobil yang melaju ke arah ku yang telah jatuh dari motor. Jika aku tidak menghindar entah bagaimana ceritanya, yang pasti aku sekarang masih di ijinkan menghirup udara.

Ada perasaan tidak takut mati untuk kejadian itu, seakan-akan aku sudah mati rasa akan hidup. Dan mati rasa akan rasa sakit.

Yeah, aku harus tetap bersyukur, setidaknya aku masih utuh dan tidak cacat, karena bisa saja peristiwa itu berakibat fatal (andaikan aku tidak bergerak ke samping).

Tahun ke 24 ini, aku harus mulai bisa mengatur waktu antara menjadi dosen, pegawai kantoran (nanti), dan seorang pengusaha (nanti) ~ *masih melanjutkan mimpi masa kuliah.

Aku sebenarnya ingin membuat kata-kata yang lebih bermakna atau panjang tentang peristiwa beberapa hari lalu, tapi entah kenapa otak tidak bisa di ajak kompromi, mungkin aku sudah kehilangan ‘rasa’….

Masih ada perasaan yang menekan di hati ini jika mengingat dirimu..
Kau yang tak bisa ku miliki, hanya bisa ku pandang sebatas balik punggungmu…
Seorang yang sekelebat mata pergi tanpa pernah bisa ku kejar..
Seseorang yang hanya bisa ku kirimkan isyarat sehalus hujan….

terlalu lelah menanti mu…
berharap hati ini terisi lagi akan rasa cinta….

how far would you go for a dream?

mungkin bisa dibilang aku orangnya nggak terlalu bisa basa-basi, biasanya aku ngomong langsung to-do point… bisa dibilang sombong nggak ya?

‘Rendah hati’ kata-kata kunci dari ayat SIDI ku.. kynya memang nyambung dech ama kondisi diri, terutama jika emosi sedang naik, kadang aku terlalu mudah meng-underestimate-kan orang lain, biasanya sich nggak pandang orang.

Nggak terasa udah satu bulan lebih menjadi dosen, udah nggak grogi lagi. Yeah, walaupun masih merasa aneh. Dari dulu nggak pernah ada cita-cita untuk mencoba jadi dosen, bahkan ketika masih menyandang status mahasiswa aku menghindari menjadi asdos (malas ngajar orang) walapun udah di tawari secara langsung, aku lebih memilih menjadi administrator website perkuliahan kampus (*kerjanya lebih santai dan banyak plus-plus-nya :D, meskipun kadang-kadang merasa sepi karena kerja sendirian nggak ada temannya).

Melihat orang tua yang tidak pernah menyadari anaknya berubah menjadi dewasa, seakan tidak terima, malah dia lah yang berubah menjadi kekanak-kanakan.

Beberapa hari lalu chat dengan teman tentang kenangan semasa smu.. Jadi ingin merasakan jatuh cinta lagi, tapi dengan siapa?

Aku pengen punya ruko sendiri, supaya bisa jadi tempat berwirausaha.
Aku pengen punya usaha warnet.

Tahun ini adalah tahun aku mulai menyusun mimpi-mimpi untuk masa depan, setelah mengeleminasi mimpi-mimpi yang tidak sesuai lagi dengan kondisi saat ini, tetap saja masih banyak menyisakan mimpi-mimpi saat jadi mahasiswa dulu, setidaknya beberapa mimpi itu sudah menjadi kenyataan dan masih tetap akan berlanjut.

Sepertinya lebih bebas bermimpi seperti anak kecil, tanpa takut melihat kondisi realitas yang di hadapi.

so.. how far would you go for a dream?

menggalaukan diri

pikiran sedang kemana-mana….

setelah sekian banyak bertemu orang-orang baru, sepertinya mereka selalu mengira saya masih mahasiswa (99% hasil survey, 1% masih mengira saya anak smu). Saya bukan mahasiswa lagi tahu… (mungkin nanti mahasiswa, tapi pasca-sarjana)…

kemarin berbincang2 dengan seorang bapak tempat saya sementara ini bekerja sebagai dosen. Katanya “selainnya ngajar disini bapaknya ngajar dimana lagi?” (dia manggil saya bapak 🙂 , tapi pasti cuma formalitas 😦 …).
jawab ku “nggak ada pak, cuma di sini…”
katanya lagi “pasti bapak punya usaha swasta??”
Berarti saya punya tampang pengusaha dong, wah senangnya hati ini 😀 .. moga aja omongan bapaknya ini jadi kenyataan.. amin 1000x … saya memang berniat mendirikan usaha sendiri.

Jam 17.00 tadi aku berangkat ke youth2 apa gitu, lupa namanya. Acara kebaktian pemuda salah satu aliran gereja. Setelah saya pikir-pikir, kq kynya lebih cocok kalau bergabung ama LSM kemanusiaan (bukan yang suka ribut2 ataupun penuh manipulasi, tapi pure kemanusiaan) atau LSM lingkungan hidup dibandingkan dengan kegiatan2 pemuda gereja. Mungkin gara2 waktu kecil suka gambar2 logonya WWF 😀 ..
Entar dah kalau ada recruiment anggota, saya mendaftarkan diri 😀 …

menggalaukan diri di jalanan kota ini, serasa kosong tak bermakna…