keluh-kesah hidup

kondisi hati sedang tidak baik, kembali bertengkar dengan orang tua…

aku jadi merindukan suasana bebas sebagai anak kost dan seorang mahasiswa..

memacu kendaraan di jalan kota ini pun tidak menenangkan hati ini. Jalanan kota ini beda dengan kota Jogja, jalanan kota ini hanya sekedar jalanan biasa, tidak pernah memberi makna apapun, hanya jalanan kosong.
Sama seperti hati ku di sini, kosong…

ku kira ada benar kata ini :
Nasib terbaik adalah tidak pernah di lahirkan
yang kedua, dilahirkan tapi mati muda..
dan yang tersial berumur tua..

benar jika hidup seperti ini, seakan-akan tidak ada lagi yang bisa memberi rasa bahagia di hidup ini…

aku bosan hidup seperti ini..

Dan KAU yang duduk di atas sana…
Apakah KAU hanya tersenyum seperti biasanya??
Menguji seberapa tahan manusia mengalami penderitaan di bumi ini?

point of imaginer

Tanggal 20 September sebentar lagi, entah bagaimana pengalaman pertama sebagai ‘dosen’ nanti ya?

Hati ini sepertinya masih tertawan untuk satu nama yang sama seperti tahun-tahun lalu, entah kapan nama itu menghilang atau tetap abadi selamanya di jiwa..
sepertinya kita saling menunggu, entah siapa yang akhirnya melangkah lebih dulu, membawa cerita ini ke suatu ujung…

Tahun ke 24 dari umur ku ini, masih muda orang bilang, tapi tidak muda lagi bagiku. Banyak yang telah terjadi, tapi aku masih merasa seperti yang dulu-dulu saja.

Beberapa waktu lalu aku berdebat dengan seseorang laki-laki tua tentang ‘agama’. Menurut sudut pandangnya dan sudut pandangku, lebih kepada masalah theologis di bandingkan masalah ‘iman’.
Aku tahu sendiri ‘iman’ ku masih sangat dangkal, masih banyak keraguan yang harus ku cari jawabannya melalui perjalanan hidup ini. Maaf pak tua, aku membuat anda terdiam karena argumen ku. Aku menghargai anda, hidup anda ‘legowo’, sedangkan aku?? Entahlah….

Masih sulit untuk menguraikan pikiran yang seperti benang kusut ini ke dalam tulisan, terpaksa menulis dengan point-point seperti ini T_T. Andai ada pensieve, sepertinya akan lebih gampang mengurai yang terjadi di waktu-waktu lalu. Nulis judul post ini aja asal 😀 …

Tahun 2011 entar kehidupan ku gimana ya? Udah punya ‘pendamping’ belum ya? 😀 .. btw tahun baru masih lama juga 😀 …

hujan

Hujan..

Suara hujan membuat berpikir waktu akan berhenti sesaat ya?

atau mungkin ini akan berlangsung selamanya?

Pemandangan yang biasa, menghilang di balik hujan.

Karena cuma ruangan ini yang nyata, makanya dia tetap tinggal,

atau malah tertinggal dari kenyataan, ya?

asa

atas masa lalu yang tetap membisu
ketika kau kembali mengingat masa itu
masa lalu yang telah berlalu
rasa asa mu seakan kembali muncul
entah rasa apa yang ada di hati mu?
aku tak pernah bisa menebaknya
sama seperti dulu…
Sepertinya sudah begitu lama tidak menulis lagi, entahlah apakah mood untuk menulis sudah hilang termakan keadaan di kota ini?
Akhir-akhir ini aku begitu susah mengendalikan emosi, dan ada sedikit kekerasan kepala jika beradu argumen, apakah ini hanya akibat tekanan hidup dan rasa frustasi melihat kenyataan yang tidak sesuai dengan kenyataan? Bisa jadi…
Di tinjau dari sudut kehidupan sekarang, hidup ku dulu seakan-akan lebih indah dan bahagia, seakan-akan hidup waktu dulu itu penuh petualangan yang mendebarkan, penjelajahan, rasa ingin tahu yang besar, hidup dengan kebebasan.
Tapi aku sadar dahulu pun hidup itu membosankan, dan sekarang pun tetap sama.
Hidup di kota ini aku tidak tahu pasti, seakan-akan kota ini bukanlah rumah. Tapi setidaknya 1 dari 3 impian ku telah terpenuhi, 1 mimpi apa yang ingin ku kerjakan di masa depan. Sedangkan 2 impian lagi masih harus ke perjuangkan, meskipun di depan ku tetap lah gelap, bahkan untuk meraba-raba arah jalan saja tidak mungkin.
Tapi aku yakin bahkan dari semua ketidakmungkinan hidup ini, mesti banyak yang bisa dimaknai dan dipelajari, semuanya agar aku bisa menghargai hidup, hidup bahagia.