Aplikasi Sistem Informasi Jalan dan Jembatan

Di karena kan posisi sekarang sangat jarang bersentuhan dengan teknis IT, sehingga perasaan kemampuan agak berkurang dan tertinggal dengan perkembangan IT khusus nya teknologi web. Untuk itu saya mencoba beberapa project yang pada intinya agar ‘ilmu’ kembali terasah.

 

Berikut project yang saya coba bangun : https://sig-jalan-gumas.000webhostapp.com/

 

Iklan

One More Light

 

Who cares if one more light goes out, In the sky of a million stars?
Who cares when someone’s time runs out, If a moment is all we are?
Who cares if one more light goes out?
Well, I do.

Kuala Kurun, 31 Desember 2017

 

Selamat Malam Tahun Baru 2018 untuk Papah dan Mamah disana 🙂 ..

ibu kota

Ibu kota yang “crowded” tidak akan pernah menjadi tempat cocok untuk orang seperti saya yang lebih menyukai tempat yang damai dan tenang seperti rumah…

Menghitung hari-hari yang telah lewat, seakan tidak sabar untuk bekerja dengan posisi baru, bukannya saya tidak menyenangi posisi sekarang, tetapi saya menyakini karena pekerjaan yang saya jalani sekarang akan menemani saya nanti hingga tua, mengapa tidak sekalian saja kita bersikukuh mencari dan menempatkan diri dengan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan ‘passion’ kita.

 

Jakarta, 19/09/2017

Selamat Jalan Mamah

Selamat jalan mamah, ku kira umur mu masih panjang tapi sepertinya kau yang selalu benar.

Maafkan anak mu ini, banyak salah dgn mamah.

Hari ini hujan dgn di iringin petir, seperti keinginan mu beberapa hari terakhir ini, demikian saat-saat terakhir mu.

Mamah, tidak ada yang menyangka hidup seperti ini, apalah daya kita manusia.

Mulai bulan agustus 2015, kamu melawan penyakit mu. Manusia hanya bisa berusaha.

Maafkan anak mu yang banyak memaksa mamah untuk melawan penyakit nya, tapi siapakah aku yang tidak merasa apa yang mamah rasa, semua itu agar mamah sehat lagi.

Di sore Jumat Agung ini, mamah, kamu pergi menghadap Bapa di Sorga.

Mamah kamu sudah damai disana, tidak perlu lagi cemas kantong kolostomi mu merembes, tidak cemas lagi mati lampu, tidak cemas lagi hawa panas, tidak cemas lagi akan hidup di dunia yang fana ini.

Sudah 2 minggu lebih ini mamah,aku punya perasaan tidak enak. Seakan-akan hanya menunggu waktu mu tiba, tiap malam beberapa jam sekali aku menengok ke kamar mu, memperhatikan gerakan di dada mu, apakah masih bernafas atau tidak.

Hati ini semakin hancur, melihat kondisi mu yang semakin menurun, semakin kurus.

Ingat hanya beberapa bulan sebelum kamu jatuh sakit mamah, kamu begitu antusias mencari batu akik, kegemaran yang sama dengan almarhum bue. Sama sekali tidak terlintas kamu memiliki penyakit yang berat.

Tenang Mamah, jangan kuatir lagi.

Hidup mu sudah komplit, sukses menyekolahkan kedua anaknya hingga S2, sudah menjadi seorang tambi, masih sempat tertawa melihat cucu mu yang lucu.

Hidup mu tidak lah gagal, walau keluarga kita seperti ini, jangan lah sedih disana, mamah pasti ketemu papah di sorga.

Jangan cemas dengan kami yang kau tinggal kan. Ku janji akan tetap menjaga kakak ku, agar jangan lagi dia salah langkah.

Jangan juga kau cemas kan aku. Aku sudah bekerja pasti seperti yang kau ingin kan selama ini. Aku menjadi seorang kepala keluarga, seorang ayah. Dan mamah, kita sudah memiliki penerus dari keluarga kita, cucu mu.

Mamah tenang di rumah Bapa di sorga, jangan kuatir lagi.

Kuala Kurun, 25 Maret 2016