Kau Tak Sendiri

 

Hidup memang tak selalu seperti yang kau inginkan
Yang kau harapkan
Hadapilah dengan hati tenang
Teruslah melangkah
kau tak sendiri

 

Iklan

Selamat Jalan Mamah

Selamat jalan mamah, ku kira umur mu masih panjang tapi sepertinya kau yang selalu benar.

Maafkan anak mu ini, banyak salah dgn mamah.

Hari ini hujan dgn di iringin petir, seperti keinginan mu beberapa hari terakhir ini, demikian saat-saat terakhir mu.

Mamah, tidak ada yang menyangka hidup seperti ini, apalah daya kita manusia.

Mulai bulan agustus 2015, kamu melawan penyakit mu. Manusia hanya bisa berusaha.

Maafkan anak mu yang banyak memaksa mamah untuk melawan penyakit nya, tapi siapakah aku yang tidak merasa apa yang mamah rasa, semua itu agar mamah sehat lagi.

Di sore Jumat Agung ini, mamah, kamu pergi menghadap Bapa di Sorga.

Mamah kamu sudah damai disana, tidak perlu lagi cemas kantong kolostomi mu merembes, tidak cemas lagi mati lampu, tidak cemas lagi hawa panas, tidak cemas lagi akan hidup di dunia yang fana ini.

Sudah 2 minggu lebih ini mamah,aku punya perasaan tidak enak. Seakan-akan hanya menunggu waktu mu tiba, tiap malam beberapa jam sekali aku menengok ke kamar mu, memperhatikan gerakan di dada mu, apakah masih bernafas atau tidak.

Hati ini semakin hancur, melihat kondisi mu yang semakin menurun, semakin kurus.

Ingat hanya beberapa bulan sebelum kamu jatuh sakit mamah, kamu begitu antusias mencari batu akik, kegemaran yang sama dengan almarhum bue. Sama sekali tidak terlintas kamu memiliki penyakit yang berat.

Tenang Mamah, jangan kuatir lagi.

Hidup mu sudah komplit, sukses menyekolahkan kedua anaknya hingga S2, sudah menjadi seorang tambi, masih sempat tertawa melihat cucu mu yang lucu.

Hidup mu tidak lah gagal, walau keluarga kita seperti ini, jangan lah sedih disana, mamah pasti ketemu papah di sorga.

Jangan cemas dengan kami yang kau tinggal kan. Ku janji akan tetap menjaga kakak ku, agar jangan lagi dia salah langkah.

Jangan juga kau cemas kan aku. Aku sudah bekerja pasti seperti yang kau ingin kan selama ini. Aku menjadi seorang kepala keluarga, seorang ayah. Dan mamah, kita sudah memiliki penerus dari keluarga kita, cucu mu.

Mamah tenang di rumah Bapa di sorga, jangan kuatir lagi.

Kuala Kurun, 25 Maret 2016

Untuk Istri ku

Tak terhingga rasa syukur ku terhadap Tuhan memperoleh istri seperti kamu. Masa memasuki 1 tahun 2 bulan pernikahan kita banyak kebahagiaan dan masalah yang kita hadapi.

Dan hampir 6 bulan di tahun ini kita menjalanin kondisi berat seperti ini.

Ketika orang tua ku sakit; dan tuntutan aku sebagai seorang anak, dimana aku sebagai seorang suami sudah terlalu sering meninggal kan kamu sendirian melakukan segala hal, pekerjaan rumah tangga, merawat anak, sedangkan kamu masih harus melakukan tanggung jawab mu sebagai pendamping desa yang aku tahu pekerjaan itu tidak lah mudah.

Teringat ketika kamu hamil tua, aku terpaksa meninggal kamu untuk merawat mamah yang masuk rumah sakit. Bahkan ketika hasil diagnosa dokter yg bagai mimpi buruk, hanya suara mu melalui handphone yang bisa menenangkan hati ini. Bahkan keluarga mu lah yang seakan benar-benar tulus menolong mamah hingga rela meninggalkan pekerjaannya untuk ikut menjaga mamah di rumah sakit sampai mamah di rujuk ke banjarmasin, sedangkan saudara-saudara mamah sendiri seakan-akan tidak peduli.

Teringat juga ketika kamu menahan sakit ketika menunggu masa-masa konstraksi pembukaan, hampir satu minggu kamu menahan rasa sakitnya.
Juga saat detik-detik kamu berusaha melahirkan anak kita secara normal, betapa kuat nya kamu menahan rasa sakit berjam-jam, hingga akhir nya dengan kondisi tekanan darah mu yang naik, di rujuk ke rumah sakit untuk dilakukan operasi caesar darurat. Terimakasih atas perlindungan Tuhan, kamu dan anak kita masih dalam penyertaan Nya.

Masa-masa pemulihan setelah operasi caesar membuktikan betapa tegar dan kuatnya kamu sebagai seorang wanita, dan sebagai seorang ibu yang ingin merawat anaknya sendiri.

Baru umur anak kita 3 hari, dengan sangat terpaksa aku meninggalkan kamu untuk ke sekian kalinya menggantikan posisi kakak ku untuk menjaga mamah di rumah sakit banjarmasin.

Sakit hati rasanya mendengar kamu yang terkena baby blue dan anak kita yang kena penyakit kuning, sedangkan aku jauh dan dalam posisi yang serba salah.

Banyak masa-masa aku sebagai seorang suami dan ayah tidak bisa melaksanakan kewajiban dan tugas ku.
Maaf banyak menyusahkan mu.

Dan sekarang dengan mamah yang di diagnosa dengan penyakit berat dan perlu perawatan yang baik, dan ku memutuskan untuk membawa mamah tinggal bersama kita, kamu dengan berbesar hati menerimanya.

Kekuatan, ketegaran, semangat, kesabaran, dan ketabahan mu sebagai seorang wanita sangat lah berharga dan tidak ternilai.

Dan sekali lagi maaf banyak menyusahkan mu istri ku…

sekilas cerita PUPNS

Para ASN (Aparatur Sipil Negara) akhir-akhir ini mungkin tengah di pusingkan dengan pengisian data diri pada PUPNS yang beralamatkan di http://epupns.bkn.go.id. Permasalahan di lapangan yang saya lihat ada berbagai faktor yaitu:

  • Permintaan dan peraturan dari BKN yang datang tiba-tiba tanpa sosialisasi awal untuk pegawai. Kenapa hal ini jadi permasalahan? Karena untuk mengisi PUPNS banyak data dan berkas yang harus di siapkan, terutama bagi mereka yang telah menjadi ASN ‘angkatan tua’. Maka timbul lah kesibukan ASN mengumpulkan berkas-berkas lama nya apalagi data yang di minta dari ijazah pendidikan SD ataupun SK CPNS.
  • Server EPUPNS yang lemot. Inilah yang paling di keluhkan πŸ˜€ . Berdasarkan ‘perasaan’ saya saat awal mula mengisi data sudah melihat ada nya keterbatasan pada bandwidth yang disediakan server untuk layanan EPUPNS ini, walaupun akhirnya ada pembatasan jumlah login ASN yang mengisi data berdasarkan hari per daerah tapi tetap saja lemot πŸ˜€ . Β Bayangan seperti satu pintu yang mau di masukin ribuan orang secara bersama-sama, masih untung server BKN ini tidak down πŸ˜€ . Solusi yang seharusnya di lakukan tim IT dari BKN adalah melakukan kerjasama dengan pihak ISP yang mereka gunakan untuk melakukan update bandwidth untuk server mereka.
  • Melalui kemampuan aplikasi PUPNS yang sudah mendukung RWD (Responsive Web Design) dan loading putar2 AJAX (yang banyak bikin jengkel πŸ˜€ ) patut di hargai, tetapi dari segi basis data seperti nama sekolah atau perguruan tinggi masih memiliki kerancuan misalnya pada ijazah bernama sekolah tinggi ilmu kesehatan tapi pada basis data PUPNS malah di singkat menjadi STIKES. Hal ini kadang-kadang membuat jantungan ASN yang mengisi data, takut ijazahnya palsu πŸ˜€ . Meskipun ada sistem TICKETING untuk pelaporan tapi entah bagaimana tim BKN ini meverifikasi data yang di laporkan tidak ada pada basis data mereka?
  • Bagi ASN yang berkerja di daerah-daerah dengan infrastruktur internet nya belum ada, sebenarnya perlu di perhatikan oleh pemerintah atau dinas tempat dia bekerja seperti guru, bidan atau perawat. Contohnya beberapa hari lalu saya menerima SMS dari teman saya yang berprofesi sebagai seorang guru yang kebetulan bekerja pada di desa yang akses jalannya susah, jangan di tanya infrastruktur jaringan internet 😦 . Untuk keluar dari desa nya memerlukan waktu 1 hari penuh, belum lagi kalau masuk musim hujan, desa tersebut hampir susah di akses. Temannya saya ini kebingungan dengan pengisian data PUPNS ini, selain informasi yang sampai ke tempatnya sangat minim dan dia harus mengeluarkan dana lebih untuk mengisi PUPNS ini.
  • Banyaknya muncul operator input data ASN ‘bayaran’Β yang memanfaatkan situasi dan kondisi karena banyaknya ASN yang gaptek πŸ˜€ .

Dari sudut pandang saya, PUPNS ini sebenarnya banyak gunanya selain pada tujuannya yaitu ASN mengelola datanya sendiri, data ASN yang terpusat dan berbasis teknologi, sinkronisasi data ASN antara pusat dengan daerah yang kadang-kadang data di daerah bisa muncul keajaiban keanehan, memfilter ijazah-ijazah palsu yang akhir-akhir ini marak, dll.

Sekian dulu, selamat mengisi dengan cepat sabar PUPNS πŸ˜€

Sistem “Bulletin Board” SKPD

Setelah hampir memasuki 3 bulan lebih masa sebagai pegawai “percobaan” cukup banyak yang di lihat, meskipun saya merasa itu hanya permukaannya saja.

Ini sedikit ide-ide yang secara tidak sengaja melintas di otak di tengah masa-masa “nganggur” sebagai pegawai.

Ide SISTEM “BULLETIN BOARD” SKPD muncul ketika melihat kurang efesiensi nya koordinasi antara SKPD baik itu berupa agenda pemerintahan, agenda antar SKPD, dan agenda-agenda lainnya. Hal ini disebabkan kurangnya penyebaran informasi pegawai SKPD, sehingga banyak hal yang seharusnya sangat urgent menjadi terkendala karena kurangnya informasi terkait, yang tentunya berdampaknya lambatnya roda pemerintahan.

SISTEM “BULLETIN BOARD” SKPD ini adalah sistem elektronik untuk papan pengumuman SKPD yang bertujuan untuk mempercepat penyebaran informasi, meningkatkan efesiensi, mendukung keterbukaan informasi, dan lain-lain. Berikut gambar desain sistem secara sederhana.

bbs

Dan sekali lagi ini cuma ide kasar, sistem informasi bulletin board seperti apa yang ingin di tanamkan itu cenderung berdasarkan kebutuhan dari pihak user. Sedangkan pembangunan jaringan internal untuk suatu pemerintah daerah kegunaannya sangat-sangat banyak kan πŸ™‚ .

Inti dari penerapan teknologi informasi adalah kecepatan, efesiensi, dan penghematan. Belajar dari kondisi dan budaya yang ada, saya melihat banyak kendala dalam penerapan suatu teknologi informasi. Yang perlu diubah adalah cara berpikir dalam penggunaan teknologi informasi tersebut.